Kesulitan Irama Nusantara Arsipkan Musik Indonesia Secara Digital

annehsannehs - Selasa, 21 Juli 2020
Kesulitan Irama Nusantara Arsipkan Musik Indonesia Secara Digital

Beberapa kerjasama harus ditangguhkan karena COVID 19. (Foto pixabay bru-nO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 terbukti melahirkan berjuta kemalangan, mulai dari tersendatnya aktivitas sehari-hari, runtuhnya kestabilan ekonomi, serta kecemasan yang tiada henti. Industri hiburan pun menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari virus mematikan ini.


Irama Nusantara, sebuah platform pengarsipan digital musik popular Indonesia juga merasakan kerugian yang sangat besar, terutama di sektor pendanaan. ”Tidak lagi tersedia dana untuk mendigitalisasi rilisan musik populer Indonesia, termasuk dana untuk kebutuhan operasional Irama Nusantara setiap bulannya,” ungkap Geni Fransiskus Bangun, office manager Irama Nusantara kepada MerahPutih.com. Ini disebabkan karena segelintir kerjasama antar pemerintah maupun swasta yang seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan terpaksa ditangguhkan akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA:

Jangan Cengeng, Aldo Sianturi Tunjukan Banyak Revenue Buat Musisi

Beberapa program telah diciptakan demi memulihkan finansial Irama Nusantara, mulai dari penggalangan dana di kitabisa.com sampai program donasi berhadiah bernama ‘PLAT KAGET’. Dengan jumlah minimal donasi yang ditentukan, pendonasi berkesempatan untuk memenangkan piringan hitam dari koleksi khusus milik Irama Nusantara.

Seperti yang tercantum pada penjelasan di penggalangan dana via KitaBisa.com, Irama Nusantara membagikan informasi terkait rilisan populer Indonesia dari masa ke masa. Upayanya dalam melestarikan dan mendokumentasikan salah satu kekayaan sejarah bangsa Indonesia ini dilakukan dengan cara mendigitalisasikan arsip rilisan musik populer Indonesia pada masanya.

BACA JUGA:

3 Film Thriller Original Netflix untuk Temani Akhir Pekanmu


Proses mendigitalisasikan arsip musik juga bukan hal yang mudah. Ada beberapa tahap yang harus dilalui dengan teliti mulai dari pengadaan arsip fisik, konversi digital, restorasi digital, kataloging, sampai uploading.

”Waktu yang dibutuhkan untuk proses pencarian arsip fisik tentunya berbeda-beda, tergantung setiap sumber yang ditemukan,” ungkap Bangun. Ia menjelaskan bahwa arsip fisik dari pedangang piringan hitam atau kaset lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan milik kolektor pribadi.

“Jika dari pedagang piringan hitam atau kaset, lebih mudah karena terpusat pada satu tempat dan rilisan yang dimiliki sangat beragam, berbeda dengan milik kolektor yang koleksinya kebanyakan hanya rilisan-rilisan yang disukai secara pribadi,” jelasnya.

View this post on Instagram

A post shared by Irama Nusantara (@iramanusantara) on


Selanjutnya, proses konversi audio dari fisik ke digital memakan waktu sesuai dengan jumlah durasi lagu yang terekam. Jika dalam satu rilisan terdapat sepuluh lagu dengan total durasi selama 50 menit, maka konversi audio juga harus merekam selama 50 menit. Untuk bagian visual seperti cover album dan center label, harus di-scan secara keseluruhan menggunakan scanner A3.

Pengarsipan digital membutuhkan proses yang panjang dan rumit. (Foto pixabay pixel2013)
Pengarsipan digital membutuhkan proses yang panjang dan rumit. (Foto pixabay/pixel2013)

Bangun mengatakan bahwa tahapan restorasi audio sendiri harus menggunakan aplikasi khusus. “Saat ini software yang kami gunakan adalah iZotope RX 2,” ungkapnya. Satu rilisan audio membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit tergantung seberapa dalam kerusakannya. Untuk restorasi visual, Irama Nusantara menggunakan software Adobe Photoshop.

View this post on Instagram

A post shared by Irama Nusantara (@iramanusantara) on

“Cover yang tidak mengandung banyak crackle, robek, atau bagian yang hilang (membutuhkan waktu) sekitar lima sampai sepuluh menit untuk satu file, tetapi untuk kover yang cukup parah kondisinya, memakan waktu 30-60 menit,” jelas Bangun.

Ketika proses restorasi audio dan visual telah selesai dilakukan, selanjutnya dilakukan proses cataloging yang membutuhkan waktu sekitar 60 menit setiap 50 rilisan. Terakhir, proses uploading membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 menit tergantung seberapa banyak keterangan dalam rilisan yang harus disertakan seperti penulis lagu, band pengiring, liner notes, dan lain-lain.

Pengarsipan dilakukan per album. (Foto pixabay CopleyNathan)
Pengarsipan dilakukan per album. (Foto pixabay CopleyNathan)

Bagi Irama Nusantara, tahapan yang paling sulit adalah pencarian rilisan fisik yang belum pernah diarsipkan. Keberadaan album-album yang dicetak terbatas saat perilisannya dan kondisi fisik piringan hitam atau kaset menjadi dua kesulitan yang sering dihadapi mereka.


Dengan kehadiran situs iramanusantara.org, yayasan nirlaba ini berharap agar seluruh masyarakat Indonesia tidak lagi buta terhadap sejarah musik bangsanya sendiri. Irama Nusantara juga berharap bisa meningkatkan kesadaran budaya arsip di Indonesia.

View this post on Instagram

A post shared by Irama Nusantara (@iramanusantara) on


Secara lebih spesifik, Irama Nusantara berharap untuk bisa membongkar tembok-tembok eksklusivitas yang selama ini disematkan kepada para kolektor rilisan fisik yang menganggap hanya merekalah yang bisa menikmati atau mengetahui informasi album Indonesia di masa lampau. (shn)

#Juli MP X #Musik Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

ShowBiz
Featuz Rilis 'People Never Change', Lagu Reflektif tentang Cinta dan Perubahan
Featuz merilis single “People Never Change”, karya reflektif tentang cinta, perubahan, dan makna rumah setelah album Humans and Everything in Between.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Featuz Rilis 'People Never Change', Lagu Reflektif tentang Cinta dan Perubahan
ShowBiz
Elephant Kind Buka 2026 dengan 4 Lagu Baru, Arah Musikal Enerjik Menuju Album More Time
Elephant Kind merilis empat lagu baru dari album studio ketiga 'More Time' dan menghadirkan live session di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Elephant Kind Buka 2026 dengan 4 Lagu Baru, Arah Musikal Enerjik Menuju Album More Time
ShowBiz
Musik Alternatif Penuh Refleksi, Larung Kembali dengan Single 'Menanam Racun'
Band alternatif Larung merilis single 'Menanam Racun', lagu tentang kegelisahan manusia modern. Lagu ini dibuat bersama Sampurna dari Hot Mess Morning Club.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Musik Alternatif Penuh Refleksi, Larung Kembali dengan Single 'Menanam Racun'
ShowBiz
NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian
NiMBY merilis lagu 'Ruang Untuk Pulang' yang mengangkat tema kesehatan mental, kesepian, dan pentingnya saling mendengarkan di tengah tekanan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian
ShowBiz
Ruzan & Vita Visualisasikan Kisah Cinta 20 Tahun Lewat Video Musik 'Rayuanmu'
Duo Ruzan & Vita merilis video musi 'Rayuanmu', lagu bernuansa blues-pop yang terinspirasi kisah cinta mereka sejak masa SMA hingga 20 tahun bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Ruzan & Vita Visualisasikan Kisah Cinta 20 Tahun Lewat Video Musik 'Rayuanmu'
ShowBiz
Cakra Khan Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'
Lagu legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata' kembali hadir pada 2026 melalui kolaborasi Cakra Khan dan Chrisye.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
Cakra Khan Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'
Lifestyle
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
Kementerian Kebudayaan memperkenalkan Timurnesia sebagai genre musik baru Indonesia Timur untuk memperkuat identitas, ekosistem, dan pengakuan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
ShowBiz
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
GUNGS, proyek solo Raissa Faranda, merilis album debut 'Awal Masa' yang mengeksplorasi trauma, ingatan, dan ketakutan akan kehilangan makna hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
Indonesia
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
Monkey To Millionaire merilis single 'Nol' sebagai penanda konsistensi mereka setelah lebih dari dua dekade berkarya dan empat album yang telah dilepas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
ShowBiz
Fresly Nikijuluw Rilis 'Manyasal Pakai Hati', Lagu tentang Penyesalan dalam Cinta
Penyanyi Fresly Nikijuluw merilis single terbaru berjudul 'Manyasal Pakai Hati'. Lagu ini mengangkat kisah penyesalan dan ketulusan dalam percintaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Fresly Nikijuluw Rilis 'Manyasal Pakai Hati', Lagu tentang Penyesalan dalam Cinta
Bagikan