KETIKA pemengaruh Gita Savitri menyebut punya anak membuat seseorang jadi tua, warganet bereaksi. Tak sedikit yang mulai bertanya-tanya, apakah iya, menjadi ibu merupakan penyebab seorang menjadi mengalami penuaan?
Wahai para ibu, setop insecure ya. Sebuah penelitian terbaru dari Butler Columbia Aging Center di Columbia University Mailman School of Public Health di Kota New York, Amerika Serikat, mengungkap salah satu faktor pemicu penuaan dini. Itu bukanlah punya anak.
BACA JUGA:
Berdasarkan riset tersebut, sebagaimana dilansir Webmd.com, Selasa (14/2), mengurangi jumlah kalori yang kita makan sekitar 25 persen membuat laju penuaan bagi mereka yang sudah berusia dewasa serta paruh baya dapat berkurang sekitar beberapa persen.
Walau terlihat tidak besar, persentase ini dipandang sebagai metode mengurangi penuaan secara alamiah.
Berdasarkan peneliti senior di riset ini Daniel W Belsky, PhD., studi ini ini dilakukan melalui uji coba terkontrol secara acak terhadap 220 orang selama dua tahun. Di mana ada 75 orang yang makan secara normal dan 145 yang dipilih secara acak untuk mengurangi jumlah kalori dalam asupannya.
Hasilnya pun terbilang positif dengan mereka yang mengurangi kalorinya menunjukkan laju penuaannya berkurangan sekitar 2-3 persen.
BACA JUGA:
Menariknya, selain untuk menekan penuaan, metode ini juga dipercaya dalam menekan risiko kematian dari seseorang. “Jadi penuaan lebih lambat dua sampai tiga persen terdengar bukan sesuatu yang besar tapi ini juga berarti ada pengurangan risiko kematian sekitar 10 sampai 15 persen maka ini jadi sesuatu yang penting,” ungkap Belsky di penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Aging belum lama ini.
Ahli gizi sekaligus pemilik perusahaan konsultasi nutrisi di Los Angeles Vandana Sheth menambahkan, riset ini merupakan temuan yang menarik. Karena melalui riset itu didapatkan bahwa pembatasan kalori dapat membantu pengurangan laju penuaan dan ini bisa berdampak secara signifikan untuk kesehatan masyarakat.
Meski Sheth memandang penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan demi mengonfirmasi hasil temuan dari Belsky, kabar ini setidaknya menenangkan hati banyak perempuan yang menjadi ibu atau berencana memiliki anak.(aru)
BACA JUGA:

