Buhang Lisa Tanaman Langka asal Thailand yang Namanya Diambil dari Lisa BLACKPINK
Nama Lisa BLACKPINK diabadikan menjadi nama spesies bunga baru yang langka. (Thai PBS)
CABAI? Bukan, bentuknya memang panjang seperti cabai. Warnanya juga terlihat sama seperti cabai yang belum matang. Tanaman dengan warna hijau kekuningan ini bukanlah sayur atau buah, melainkan bunga jenis terbaru yang paling langka di dunia.
Tanaman langka ini ditemukan oleh peneliti asal Universitas Chiang Mai yang sedang meneliti tumbuhan di Provinsi Narathiwat, Thailand. Bunga yang memiliki aroma harum ini dianggap sebagai jenis bunga terbaru paling langka di dunia, bahkan berisiko punah.
Baca Juga:
Seperti yang dikutip dari Thai PBS, bunga langka yang berasal dari negeri gajah putih ini dinamakan Buhang Lisa atau Buhangalisa. Dinamakan demikian karena tim peneliti yang masih mahasiswa itu memiliki memiliki kecintaan terhadap Lalisa Manoban. Penyanyi solo Korea Selatan yang berasal dari Thailand ini telah menginspirasi mahasiswa tersebut untuk bergabung dengan tim peneliti.
Ditemukannya jenis tumbuhan baru ini, membuat para peneliti dari beberapa lembaga turun langsung. Dengan peneliti yang turun langsung membuat tanaman langka ini memiliki nama telah diberi nama ilmiah Friesodielsia lalisae Damth. Nama ilmiah itu juga masih berhubungan sebagai penghormatan kepada Lisa dari grup vokal BLACKPINK.
Peneliti asisten Prof. Dr. Thanawat mengatakan bahwa Buhangalisa memiliki ciri khas, bunga tunggal yang memiliki aroma harum kuat, kelopak kuning tebal, kelopak luar ramping. Kemudian kelopak bagian dalam yang menyatu tidak mekar. Panjangnya sekitar setengah dari kelopak luar.
Baca Juga:
Dari penelitian tersebut, terdapat dua pohon potong Lisa yang ditemukan di hutan sekunder dekat perkebunan karet dan kebun di Distrik Chanae, Provinsi Narathiwat. Namun, baru-baru ini satu pohon telah ditebang yang membuat tanaman ini mengalami kepunahan. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk membantu melestarikan dan menyebarkan bunga.
Buhangalisa dapat dikembangkan menjadi bunga harum untuk membungkus sebuah lengkungan. Studi lebih lanjut harus dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa penting dan aktivitas biologis. Para ilmuwan optimis, ini bisa mengarah pada penemuan obat baru di masa depan.
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek penelitian tentang taksonomi dan etnogenesis spesies yang langka dan tidak diketahui di Thailand. Bertujuan untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan dengan dukungan dari Kantor Komisi Promosi Sains Riset dan Inovasi. (mro)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh
Dua Dekade Persahabatan, RAN Persembahkan Video Musik 'Memori' di Usia ke-19
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Dedikasi 29 Tahun di Dunia Hiburan
Mudy Taylor Meninggal Dunia, Komika Musikal dengan Legasi Besar