Bugatti Rimac Siap Jadi Pionir Hypercar Listrik
Siap menjadi hypercar listrik tercepat di dunia. (Foto: World of Technology)
PRODUSEN mobil Porsche, Bugatti, dan Rimac akan berkolaborasi menghasilkan produk bertajuk Bugatti Rimac. Mobil ini nantinya menjadi hypercar listrik tercepat di dunia.
Mengutip laman ANTARA, Bugatti Rimac akan bermarkas di Sveta Nedelja, Kroasia, dan sekarang sudah mengumumkan susunan dewan redaksinya. Mereka adalah pendiri dan CEO Rimac Automobil, Mate Rimac, Ketua Dewan Direksi Porsche Oliver Blume, dan Lutz Meschke duduk di dewan pengawas.
Ketiga perusahaan ini akan terus beroperasi sebagai merek dan produsen independent, serta mempertahankan lokasi produksi masing-masing di Zagreb (Kroasia) dan Molsheim (Prancis). Pembagian sahamnya meliputi 55 persen untuk Rimac Group dan 45 persen untuk Porsche AG.
Baca juga:
Peringati Hari Jadi, Bugatti Buat Mobil 'Limited Edition' Khusus Anak
Baru-baru ini, CEO Bugatti Stephan Winkelmann telah mengundurkan diri pada untuk fokus pada perannya sebagai presiden Lamborghini.
“Merger ini adalah solusi sempurna untuk semua orang yang terlibat. Bersama-sama, kita membentuk perusahaan otomotif yang kuat,” kata Oliver Blume.
“Bugatti melambangkan pesona dan gairah. Rimac adalah innovator dengan keahlian teknis yang cukup besar. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Stephan Winkelmann atas kontribusinya yang luar biasa,” lanjutnya.
Selain Mate Rimac, tim manajemen baru juga bergabung termasuk mantan manajer produksi dan direktur pelaksana berasma Christophe Piochon. Piochon akan menjadi Chief Operating Officer di perusahaan patungan tersebut.
Produksi akan berlanjut di lokasi yang sudah lama berdiri di Molsheim, Alsace, terkenal karena keunggulannya dalam desain dan pengerjaan.
Baca juga:
Untuk Larissa Fleischer yang selama ini menjabat direktur pengendalian di Porsche untuk digitalisasi dan pengembangan model bisnis baru, dipilih menjadi Chief Financial Officer.
Begitu juga dengan Emilio Scervo yang sebelumnya chief engineer di McLaren, akan mengambil alih menjadi Chief Technology Officer pada perusahaan gabungan tersebut.
“Saya yakin bahwa dalam tim manajemen kami, kami telah menyatukan perpaduan sempurna antara pengalaman dan kehalian, inovasi, dan semangat tim,” kata Lutz Meschke.
Di sisi lain, pusat fasilitas Bugatti Rimac di Sveta Nedelja sedang dibangun dengan biaya 200 juta euro atau sekitar Rp 3,3 triliun, dan direncanakan rampung pada 2023. (and)
Baca juga:
Bugatti 55 Tahun 1931 Harganya Dua Kali Lipat Bugatti Chiron
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak