Bug di Youtube Memungkinkan Pengguna Unggah Konten Eksplisit
Beberapa peretas tampaknya mengeksploitasi bug dalam sistem penandaan video YouTube. (Pixabay/Ksv gracis)
YOUTUBE menjadi tepat layanan streaming yang bisa dikatakan cukup aman untuk dikonsumsi oleh banyak kalangan. Tentunya ini karena adanya beberapa kebijakan yang dibuat media sosial ini. Tidak semua konten dapat diunggah ke YouTube, apa lagi konten yang bersifat dewasa atau eksplisit.
Sayangnya menurut Gizmodo bahwa YouTube memiliki bug yang dapat memungkinan orang untuk mengunggah konten eksplisit ke dalam platform itu.
Baca Juga:
Calon Youtuber, Ketahui 5 Level Youtube Play Button Lebih Dulu
“Investigasi baru menunjukkan bahwa YouTube memiliki bug yang memungkinkan pengguna mengunggah pornografi hardcore ke platformnya. Tidak jelas apakah YouTube tahu cara memperbaiki bug tersebut atau mampu menghapus semua materi eksplisit yang telah diunggah,” tulis Gizmodo.
Menurut 404 Media bahwa sekelompok orang yang disebut "peretas YouTube" memiliki misi untuk membanjiri platform hosting video milik Google ini dengan sebanyak mungkin konten pornografi hardcore. Dalam beberapa kasus, para pengedar konten itu telah mentransfer video langsung dari Pornhub ke YouTube, termasuk hentai dan video yang menampilkan aktris dewasa populer Sweetie Fox.
Untuk menganalisa fenomena ini, reporter 404 Media, Emanuel Maiberg, mengatakan bahwa ia bergabung ke server Discord yang berisi para pemburu konten pornografi di YouTube. Mereka mendedikasikan diri untuk menemukan dan berbagi materi NSFW (not safe for work) di platform itu. Kemudian mencoba mencari tahu bagaimana para peretas menyiasati algoritma moderasi konten situs.
Seperti umumnya media sosial lainnya, YouTube melarang konten dewasa beredar di platform-nya. Tetapi, situs ini mengizinkan sejumlah ketelanjangan selama konten tersebut dianggap bersifat "edukatif, dokumenter, ilmiah, atau artistik". Dengan ini, tentu akan sulit untuk membantah bahwa sebagian besas konten pornografi hardcore termasuk dalam kategori itu.
Maiberg menemukan bahwa, untuk menghindari aturan platform, beberapa peretas tampaknya mengeksploitasi bug dalam sistem penandaan video YouTube.
Baca Juga:
YouTube Berikan Kursus bagi Pembuat Konten yang Melanggar Kebijakan Platform
Video panduan mengungkap cara kerja eksploitasi ini diunggah ke YouTube. Sayangnya kemudian dihapus oleh platform itu. Pembuat video bernama Angel membagikannya kepada Maiberg.
“Video tersebut, yang direproduksi dalam artikel 404, menunjukkan bahwa pada dasarnya pengguna dapat melakukan spam pada fungsi tag YouTube dengan jutaan karakter khusus, yang dikenal sebagai karakter baris baru. Hal ini menghasilkan video yang tidak memiliki pengidentifikasi tradisional yang dibutuhkan oleh sebagian besar video YT. Jadi seperti saluran atau judul video, atau statistik video, seperti suka, berbagi, dan sebagainya,” jelas Gizmodo.
Dengan adanya hal ini, tampaknya YouTube kesulitan untuk melacak dan menghapus konten yang dimaksud. Maiberg mengatakan bahwa setelah desas-desus tentang bug itu, sejumlah besar video yang dibuat dengan eksploitasi itu sebagain sudah dihapus. Yang mengherankan, Google perusahaan induknya malah tertutup tentang hal ini. Apakah sudah benar-benar diperbaiki atau belum.
Gizmodo menuliskan ketika Maiberg menghubungi tim perusahaan untuk mengatasi masalah ini. Juru bicara Google mengatakan kepadanya bahwa mereka membutuhkan link ke video tertentu agar dapat melakukan perbaikan. Maiberg kemudian mengirimkan link ke video yang dibuat dengan eksploitasi tersebut dan dengan cepat dihapus.
Google menanggapi hal ini dengan tanggapan yang tidak jelas tentang masalah yang dihadapi saat ini. Mereka mengatakan bahwa mereka menyadari bahwa sejumlah kecil video mungkin tetap ada di YouTube setelah penghentian saluran. Mereka tengah berupaya untuk memperbaikinya dan menghapus konten tersebut dari platform. (aqb)
Baca Juga:
YouTube Tambah Tool untuk Shorts, agar Kian Bersaing dengan TikTok
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!