MerahPutih.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tercatat mengklaim jadi kontributor terbesar atas setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada negara di tahun 2023.
Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, dengan memperoleh keuntungan atau economic value maka perusahaan BUMN bisa memiliki modal untuk menciptakan social value sehingga ekonomi akan berputar.
"BRI sudah membuktikan bahwa selama ini bisa menjalankan peran economic value dan social value secara simultan," kata Sunarso melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (17/7).
BRI memberikan setoran yakni sebesar Rp 23,2 triliun, lalu Pertamina dengan dividen Rp 14 triliun, kemudian diikuti oleh Bank Mandiri Rp 12,8 triliun, serta Telkom dan MIND ID yang masing-masing berkontribusi Rp 8,6 triliun dan Rp 7,5 triliun.
Baca juga:
Begini Gelontoran Duit Rp 44,24 Triliun Buat Tambahan Modal BUMN
BRI telah menyetorkan total sebanyak Rp 192,06 triliun kepada kas negara sejak tahun 2019 hingga kuartal I 2024. Setoran berasal dari dari pembayaran Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai & Bea Materai, Pajak Penghasilan Badan, Dividen dan Pajak Daerah.
Pada tahun ini, BRI membagikan dividen untuk laba Tahun Buku 2023 sebesar Rp 48,10 triliun yang telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2024.
Dividen yang dibagikan BRI tersebut meningkat 10,59 persen dibandingkan nominal yang dibayarkan pada 2023 dengan total sebesar Rp 43,49 triliun. Adapun dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sebesar 53,19 persen saham, BRI menyetorkan kurang lebih Rp 25,71 triliun kepada Rekening Kas Umum Negara.
Total kontribusi perusahaan BUMN terhadap negara dalam bentuk dividen mencapai Rp 81 triliun pada 2023 atau naik 102,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan setoran tahun 2022 sebesar Rp 40 triliun.
Baca juga:
Pemerintah Usulkan 4 BUMN untuk Disuntik Dana Rp 6,1 Triliun
Adapun secara keseluruhan, total kontribusi BUMN terhadap negara termasuk pajak dan PNBP lainnya mencapai Rp 636 triliun pada 2023. Pencapaian itu juga tumbuh dari Rp 591 triliun untuk periode 2022. Sehingga, BUMN secara grup berkontribusi terhadap pendapatan negara pada periode 2023 sebesar 20 persen.
"Perbaikan struktur, transformasi budaya maupun keuangan yang dilakukan BUMN juga ikut dirasakan masyarakat sebagai pemegang saham emiten BUMN," Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.