Teknologi

Branding Bukan Sekadar Mengiklankan Produk

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 15 Agustus 2018
Branding Bukan Sekadar Mengiklankan Produk

Rizki Adhitia, branding bukanlah marketing. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANGGAPAN banyak orang aktivitas branding dan marketing adalah hal yang sama. Padahal arti dari kedunya memiliki perbedaan. Karena itu bagi kamu yang ingin berbisnis terutama secara daring harus paham dulu apa perbedaan marketing dan branding.

"Marketing itu bukan hanya branding," ujar Rizki Adhitia, Senior Brand Manager Alibaba UC Indonesia dalam acara Exabytes E Commerce Conference 2018, Selasa (14/8) di Jakarta Selatan.

Branding singkatnya memang aktivitas untuk mengenalkan produk kepada pelanggan. Namun, pengenalan produk harus dilakukan secara mandalam. Artinya saat memasarkan produk harus ada ciri khas tersendiri pada produk yang ingin kamu pasarkan. Anggap saja misalnya produk kamu memiliki tagline tertentu.

Sedangkan marketing itu adalah cara untuk menyebarluaskan brand dari produk kamu sendiri. "Branding itu gimana caranya sebuah activity yang bisa membuat identity (produk)," tambahnya.

rizki adhitia
Rizki Adhitia, memperluas branding. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Dengan adanya pengenalan produk secara mendalam, kamu pun harus bisa membangun koneksi dengan pelanggan. Misalnya kamu menyediakan layanan konsultasi untuk pelaggan kamu. Jadi branding dan marketing itu bukan sekadar mengiklankan. Artinya kamu membutuhkan pelanggan untuk menambah jaringan pembeli. "Lalu secara perlahan bisa membuat emotional bond ke customer," tambahnya lagi.

Setelah melakukan pengenalan dan pemasaran produk, jangan lupa untuk melihat bounce rate, maksudnya apakah pelanggan kamu tertarik membeli produk kamu. Atau justru bisa jadi mereka hanya sekadar numpang lewat saat mengunjungi toko daring kamu. Intinya hubungan kamu dengan pelanggan tidak boleh renggang.

Untuk itu ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan untuk memulai branding. Pertama lakukan market fit, yaitu mempelajari seperti apa tipe pelanggan kamu. Pahami apa yang pelanggan mau.

Lalu penting juga menempatkan diri kamu sebagai pelanggan. Maksudnya kamu perlu tahu sasaran pelanggan kamu, wanita, pria atau bahkan keduanya. Cari tahu juga kebiasaan pengeluaran pelanggan kamu. Sehingga kamu bisa menakar dalam memberikan harga produk yang ingin dijual. Atau sesekali kamu bisa menggunakan strategi memberikan diskon. "Be your customer! Kalian harus tahu customer kalian siapa sih. Apa cowok atau cewek," imbuhnya.

Barulah setelahnya kamu bisa mulai melakukan branding. Namun jangan sampai salah tempat melakukan branding pada market kamu. Sekarang ini tentu saja media sosial dan platform Youtube menjadi favorit kebanyakan orang. Karenanya manfaatkan kedua wadah itu.

Terakhir, jangan lupa untuk melakukan evaluasi. Perhatikan kembali apakah usaha branding yang kamu lakukan membuahkan hasil. Apakah pada akhirnya bisa menyangkut pelanggan. Cara mudahnya kamu bisa melakukan survei kecil-kecilan dengan tim bisnis kamu. "Meauseres (pengukuran) sangat penting untuk mengetahui campaign (branding) kamu berhasil," tutupnya. (ikh)

#Bisnis Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Istilah B2B, B2C dan C2C yang Perlu Diketahui Gen Z dalam E-Commerce, Jangan Keliru!
Dunia e-commerce telah mengalami transformasi yang signifikan dengan munculnya berbagai model bisnis, seperti B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer), dan C2C (Consumer-to-Consumer).
Pradia Eggi - Kamis, 25 Januari 2024
Istilah B2B, B2C dan C2C yang Perlu Diketahui Gen Z dalam E-Commerce, Jangan Keliru!
Fun
Ternyata Ini 3 Cara Jitu Mengelola Bisnis Online yang Bisa Dicoba Gen Z
Gen Z) memiliki potensi besar untuk sukses melalui bisnis online.
Pradia Eggi - Minggu, 21 Januari 2024
Ternyata Ini 3 Cara Jitu Mengelola Bisnis Online yang Bisa Dicoba Gen Z
Fun
Metode 'Live Shopping' Masih Jadi Primadona UMKM di 2024
Live shopping telah lama diadopsi oleh UMKM.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Januari 2024
Metode 'Live Shopping' Masih Jadi Primadona UMKM di 2024
Bagikan