Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

BPPT Pantau Kemunculan Awan Culumus di Langit Kalimantan Tengah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 18 September 2019
BPPT Pantau Kemunculan Awan Culumus di Langit Kalimantan Tengah

Pesawat akan melakukan penyemaian awan cumulus dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (18/9) (ANTARA/Rendhik Andika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan rekayasa hujan buatan di wilayah Kalimantan Tengah kini menunggu adanya potensi awan cumulus.

"Hari ini potensi awan cumulus berada di wilayah utara Kalimantan Tengah sekitar Kabupaten Murung Raya. Saat ini kita masih menunggu potensi tersebut apakah bisa disemai atau tidak," ujar Koordinator Lapangan BPPT Kalimantan Tengah, Fikri Nur Muhammad, Rabu (18/9).

Baca Juga:

Hujan Sulit Terjadi di Lokasi Karhutla, Awan Terhalang Asap Pekat

BPPT sendiri terus memantau perkembangan cuaca. Sehingga ketika dinyatakan ada awan yang bisa disemai, pesawat akan langsung terbang menuju lokasi awan cumulus tersebut.

Dia menerangkan, pesawat yang digunakan untuk menyemai awan tersebut berjenis CN 295 dengan nomor register A2901 dari Pekan Baru yang didatangkan dari Pekan Baru pada Selasa (17/9).

"Pesawat ini didatangkan atas perintah Bapak Presiden dalam rapat terbatas dan akan siaga di Palangka Raya dengan batas waktu sampai kabut asap reda," jelas dia.

Ilustrasi: Tim mempersiapkan teknologi modifikasi cuaca membuat hujan buatan. Foto: Antara

Selasa (17/9) lalu pesawat milik TNI AU tersebut telah melakukan penyemaian awan di wilayah Timur Banjarmasin dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Jumlah bahan semai yang sudah datang sebanyak 2,5 ton.

"Kemarin digunakan untuk menyemai sebanyak 1 ton dan sisanya akan digunakan untuk menyemai yang direncanakan dilakukan hari ini," ucap Fikri.

Tahap selanjutnya, sebagaimana dikutip Antara, 10 ton bahan semai awan cumulus akan tiba menggunakan jalur darat.

Baca Juga:

Hoaks Bikin Hujan Buatan Pakai Air Garam, BMKG: Proses Fisisnya Tidak Ada

Petugas tengah melakukan persiapan penyemaian. Sejumlah petugas juga melakukan pengecekan kelengkapan dan kesiapan alat terutama pesawat yang akan digunakan untuk menyemai.

Diperkirakan waktu terbang pesawat akan memakan waktu maksimal empat jam, namun biasanya waktu jam terbang selama menyemai awan selama dua jam. (*)

#BPPT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan