BNPB Ingatkan 23 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Pergerakan Tanah
Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati.
Pasalnya, BPBD Bandung mendampatkan tembusan dari Badan Geologi Bandung dan hasil survei serta pemantauan lapangan bahwa terdapat 23 dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung rawan pergerakan tanah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan mengaku, sudah sejak lama Badan Geologi mengingatkan bahaya pergerakan tanah di Kabupaten Bandung.
"Setelah mendapatkan informasi ini, kami bersama Badan Geologi juga turut dilibatkan untuk memastikan lokasi kejadian, khususnya pergerakan tanah. Apakah aman untuk ditempati, dievakuasi atau harus ditinggalkan oleh para penghuninya," kata Tata kepada wartawan di Bandung, Jumat (13/10).
Menurut dia, 23 kecamatan yang rawan pergerakan tanah itu, di antaranya rawan longsor, patahan tanah, dan luncuran tanah. "Kerawanan pergerakan tanah itu yang harus diantisipasi dan diwaspadai karena selama ini, khususnya di Kabupaten Bandung sering terjadi," katanya.
Bahkan, dari puluhan kecamatan yang rawan pergerakan tanah itu di antaranya Kecamatan Kutawaringin, Pasirjambu. "Di Pasirjambu itu cukup banyak titik rawan pergerakan tanah," tandasnya.
Tidak hanya itu, kondisi serupa, yaitu di Kecamatan Ciwidey, Rancabali, juga terdapat titik lokasi yang rawan terjadi patahan lahan yang berpotensi terjadinya longsor. "Selain rawan pergerakan tanah, juga rawan pohon tumbang," katanya.
Tata mengatakan, pada kawasan pegunungan yang meliputi Kecamatan Kertasari, Pacet, Ibun, Ciparay, juga diketahui ada titik rawan longsor. Kawasan Cijapati, Kecamatan Cikancung harus tetap diwaspadai, terutama pada lereng yang rawan longsor.
"Kawasan Desa Dampit dan Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka yang berbatasan dengan Sumedang tetap harus diwaspadai. Pasalnya, di jalur jalan ke Curug Cinulang sudah beberapa kali terjadi longsor," katanya.
Tata mengatakan, untuk mengantisipasi ancaman pergerakan tanah, BPBD memasang rambu-rambu peringatan dini di lokasi rawan longsor, banjir, pohon tumbang, dan titik evakuasi disaat terjadi bencana alam.
Selain memasang rambu-rambu, kata Tata, BPBD telah melayangkan surat ke semua kecamatan untuk mengantisipasi lebih dini ancaman bencana banjir, pergerakan tanah, maupun longsor.
"Kami berharap ada kesiapsiagaan, kewaspadaan ancaman bencana alam untuk mengurangi risiko bencana tersebut. Artinya, aparat yang ada di lapangan atau wilayah siaga. Jangan sampai mengandalkan BPBD saja, minimal adanya ancaman bencana itu sudah terdeteksi secara dini oleh aparat setempat," katanya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya terkait transportasi onlinedalam artikel: Pengemudi Ojek Online di Bandung Gelar Doa Bersama
Bagikan
Berita Terkait
Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Strategi Kolaboratif BPBD DKI Berhasil Atasi Banjir Jakarta Dalam Waktu Singkat
Karhutla Terjadi di 10 Kabupaten/Kota di Riau dengan Luas Total Mencapai 59,38 Hektare
BPBD Laporkan Kebakaran Lahan di Kabupaten Aceh Barat Meluas hingga 50,2 Ha, Simak Rinciannya
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Jakarta Dikepung Hujan Ekstrem, Pasukan Biru Siaga untuk 'Perang' Lawan Genangan di 5 Wilayah DKI
Cilandak Timur Terendam, BPBD Siaga Tempur Evakuasi Ratusan Jiwa di Jalan NIS