MerahPutih Nasional - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sebanyak 200 rumah di Banjarnegara dan Purworejo, Jawa Tengah, rusak akibat banjir. (Baca:Kodam Jaya Gandeng Al Azhar Bersihkan Ciliwung)
Hujan deras di wilayah Banjarnegara telah menyebabkan Sungai/Kali Bombong meluap sehingga menimbulkan banjir di Desa Jenggung, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Selasa (31/3) pukul 17.30 WIB. Banjir menyebabkan dua rumah hanyut, tujuh rumah rusak ringan, dan satu jembatan putus yang menghubungkan Desa Cipedang Kecamatan Banjarmangu dengan Desa Malaya Kecamatan Punggelan. 36 KK (119 jiwa) mengungsi ke rumah warga yang lebih aman. (Baca: Kodam Jaya Bersama Mahasiswa Mercubuana Bersihkan Sungai Ciliwung)
"BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan dan pendataan. BPBD Provinsi Jawa Tengah telah mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan, selimut dan tikar kepada pengungsi," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (1/4).
Sutopo yang juga dosen di Universitas Pertahanan menambahkan, sementara itu, penanganan darurat banjir di Purworejo masih dilakukan hingga saat ini. Longsor di Kecamtan Pituruh, Kecamatan Kemiri, dan Kecamatan Kaligesing menyebabkan satu orang tewas dan 10 rumah rusak serta beberapa ruas jalan tertimbun longsor. (Baca: Korban Banjir, Susahnya Mengganti Perabotan yang Hanyut)
Hujan juga menyebabkan jebolnya tanggul Sungai Gebang Gede sehingga terjadi banjir pada pukul 14.00 WIB. Banjir menyebabkan 637 KK terdampak langsung di 16 desa yang terendam banjir dan sekitar 200 rumah rusak. Daerah yang terparah mengalami banjir adalah Desa Sawangan Kecamatan Pituruh yaitu 57 rumah rusak berat, 88 rumah rusak sedang-ringan, tiga jembatan putus dan ratusan hektar sawah terendam banjir. Banjir di Desa Kaliglagah Kecamatan Pituruh juga menyebabkan lima rumah rusak berat dan 43 rumah rusak sedang-ringan.
"BPBD bersama unsur lainnya melakukan penanganan darurat. Bantuan telah didistribusikan kepada masyarakat," tandas Sutopo. (bhd)