BMW Manfaatkan Jaring Ikan dan Tali Daur Ulang untuk Mobil Terbarunya
BMW ingin ciptakan produk dan manufaktur yang lebih ramah lingkungan. (Foto: Unsplash/Dave Robinson)
BMW sedang mengembangkan platform baru untuk kendaraan listrik masa depan yang disebut Neue Klasse. Produk pertama yang menggunakan arsitektur baru ini akan tiba pada tahun 2025. Lebih dari sekadar penggerak listrik, namun juga memanfaatkan bahan daur ulang.
Mengutip laman Motor1, Selasa (13/9), model Neue Klasse juga akan menggabungkan jaring ikan dan tali daur ulang ke dalam potongan trim interior dan eksteriornya. Bekerja sama dengan perusahaan Denmark Plastix, BMW memiliki proses yang mampu mengubah jaring dan tali menjadi butiran plastik yang cocok untuk pencetakan bagian mobil.
Produsen otomotif asal Jerman itu berencana untuk menggunakan potongan plastik daur ulang di potongan trim interior dan eksterior yang terlihat dan tidak terlihat, dengan penggunaan limbah mencapai sekitar 30 persen dari total bahan baku.
BMW ingin meningkatkan proporsi bahan daur ulang yang digunakan dalam plastik di kendaraan baru dari sekitar 20 persen saat ini menjadi 40 persen pada 2030.
Baca juga:
Kisah Sang Legenda BMW E30, Catatan Si Boy dan Andre Taulany
Proses ini menjaga jaring dan tali agar tidak mencemari lautan dan tempat pembuangan sampah, serta menghasilkan jejak karbon 25 persen lebih rendah daripada plastik yang diproduksi secara konvensional.
BMW telah menggunakan nilon daur ulang yang disebut Econyl untuk membuat benang sintetis. Econyl dipakai pada alas lantai untuk BMW iX dan BMW X1.
Dorongan BMW menuju elektrifikasi juga mencakup dorongan menuju keberlanjutan. Pada 2021, produsen mobil itu meluncurkan mobil konsep i Vision Circular, EV empat kursi yang menggunakan 100 persen bahan daur ulang, termasuk paket baterai.
BMW merancang mobil untuk memenuhi empat prinsip yakni Re:think (menimbang kembali), Re:duce (mengurangi), Re:use (menggunakan kembali), dan Re:cycle (mendaur ulang).
Baca juga:
BMW X7 2023 Sudah Meluncur, Tampilannya Lebih Gahar
Perusahaan telah memasukkan bahan daur ulang ke dalam kendaraan mereka selama bertahun-tahun, dan mencoba mengurangi emisi rumah kaca global, menghilangkan limbah, dan mengurangi polusi membuat mereka berpikir kreatif tentang masa depan manufaktur mobil.
BMW ingin memangkas jejak emisi karbon global globalnya sebesar 50 persen di 2030, termasuk membersihkan proses manufaktur. Bahan daur ulang kemungkinan akan menjadi lebih integral dalam proses pembuatan mobil di tahun-tahun mendatang.
Adapun mobil Neue Klasse pertama akan menjadi sebuah sedan listrik compact, disusul dengan SUV compact. Platform itu akan mampu mendukung produksi mesin bensin untuk bertahan dalam model M setidaknya hingga 2030. (waf)
Baca juga:
BMW X3 Varian Terbaru Mengaspal di Indonesia
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Changan Unjuk Gigi di IIMS 2026, Bawa Teknologi Global dan Produksi Lokal
Mazda Tancap Gas di IIMS 2026, Perkenalkan The New CX-60 Sport
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Changan Debut di IIMS 2026, Siap Garap Potensi Besar Pasar Otomotif Nasional
Terpidana Kerja Sosial Bakal Dikerahkan Bersihkan Ribuan Tempat Kotor
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun