BMW Indonesia Dukung Gelaran Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Open 2025 di Istora Senayan
Merahputih.com - (kiri ke kanan) Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, dan Director of Sales and Network Development BMW Group Indonesia, Joanna Sia berbincang dengan Wakil Ketua Umum III PBSI, Armand Darmadji didampingi Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja saat serah terima lima belas kendaraan mobil listrik BMW di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2025).
BMW Indonesia menyerahkan 15 kendaraan llsitrik kepada PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) yang akan digunakan sebagai transportasi untuk para VIP dan juga atlet untuk ajang turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Open 2025. Lima belas kendaraan listrik BMW yang dihadirkan untuk ajang Indonesia Open 2025 diantaranya BMW 735i M Sport Sedan, BMW i4 eDrive35 Gran Coupé dan BMW i5 eDrive40.
Ajang bulu tangkis Indonesia Open 2025 akan berlangsung pada 3 hingga 8 Juni 2025 di Istora Senayan, Jakarta, dan merupakan salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia. Sebagai bagian dari BWF World Tour Super 1000, ajang ini akan diikuti oleh lebih dari 250 atlet dari 20 negara, yang bertanding di lima kategori yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. (MP/Didik Setiawan).
Berita Terkait
Kemhan Buka Suara soal BMW Berpelat Dinas yang Viral di Media Sosial
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Tingkatkan Penjualan Mobil Listrik, Kemenperin Tetap Siapkan Insentif di 2026
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
Ford Kembali Bangun Pabrik di Indonesia, Belum Akan Masuk ke Mobil Listrik
Mobil Listrik Tabrak 3 Kios di Tanjung Priok, Balita Jadi Korban dan Ada yang Patah Tulang
DPR Sebut Vonis Christiano Tarigan Melukai Keadilan Publik