BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2020
BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai

Kerusakan rumah warga dilaporkan di desa Pangeo kec Morotai Jaya dan desa Lusuo kecamatan Morotai Utara. Foto: @is_pelssy

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memonitor adanya peningkatan aktivitas seismisitas di wilayah Morotai, Maluku Utara, selama Mei 2020 sehingga wajar jika terjadi gempa kuat seperti yang terjadi pada Kamis (4/6) dengan magnitudo 6,8.

"Wajar jika di zona aktif gempa yang terjadi sebulan sebelumnya, kini terjadi gempa kuat," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Minggu (7/6).

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA] Foto Jokowi Salaman dengan WNA Tiongkok Sambil Menunduk

Gempa Morotai, Maluku Utara, bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 111 km yang terjadi pada Kamis pukul 15.49.40 WIB lalu berdampak menimbulkan kerusakan pada ratusan bangunan di Kabupaten Pulau Morotai.

Hingga Minggu pagi monitoring BMKG menunjukkan adanya lima kali aktivitas gempa susulan. Magnitudo gempa susulan terbesar 4,8 dan terkecil 2,9. Gempa susulan terakhir tercatat pada pukul 10.58.23 WIB berkekuatan magnitudo 3,9.

Daryono mengatakan, minimnya jumlah aktivitas gempa susulan di Morotai disebabkan karena karakteristik batuan pada Lempeng Laut Filipina sangat homogen dan elastis (ductile). Sifat elastis pada batuan ini yang menjadikan batuan tidak rapuh, sehingga gempa susulan yang terjadi di Morotai sangat sedikit.

Namun wilayah Morotai merupakan salah satu kawasan seismik aktif di Indonesia. Lokasi Pulau Morotai bersebelahan dengan zona subduksi Lempeng Laut Filipina.

Motor
Kerusakan rumah warga dilaporkan di desa Pangeo kec Morotai Jaya dan desa Lusuo kecamatan Morotai Utara.

Di sebelah timur Pulau Halmahera melintas subduksi Lempeng Laut Filipina yang berarah utara-selatan dengan panjang mencapai sekitar 1.200 km, dari Pulau Luzon, Filipina, di Utara hingga Pulau Halmahera di selatan. Zona subduksi aktif ini memiliki laju penunjaman lempeng antara 10 hingga 46 milimeter per tahun.

Dia menjelaskan, zona megathrust Lempeng laut Filipina adalah ancaman terjadinya bencana gempa dan tsunami yang potensial bagi wilayah Maluku Utara Khususnya Halmahera, Morotai, dan Kepulauan Talaud.

Khusus segmen zona megathrust di Pulau Halmahera memiliki magnitudo tertarget 8,2. Jika aktivitas gempa Kamis lalu berkekuatan magnitudo 6,8 maka masih jauh lebih kecil dari magnitudo tertargetnya.

Catatan sejarah gempa menunjukkan bahwa di wilayah tersebut sudah sering kali terjadi gempa kuat dan merusak yang dipicu tunjaman Lempeng Laut Filipina, yaitu gempa merusak Kepulauan Talaud 23 Oktober 1914 dengan magnitudo 7,4.

Tercatat juga gempa merusak Halmahera 27 Maret 1949 bermagnitudo 7,0. Lalu gempa merusak Kepulauan Talaud 24 September 1957 magnitudo 7,2. Kemudian pada 8 September 1966 gempa magnitudo 7,7 yang merusak Halmahera Utara dan Morotai.

Baca Juga

Pelibatan TNI untuk Disiplinkan Warga Saat New Normal Dinilai Lebay

Gempa merusak Kepulauan Talaud 30 Januari 1969 magnitudo 7,6 serta gempa merusak Maluku Utara dan Morotai pada 26 Mei 2003 bermagnitudo 7,0.

Catatan sejarah 6 gempa kuat dan merusak tersebut di atas merupakan bukti bahwa zona Megathrust pada tunjaman Lempeng Laut Filipina, khususnya Segmen Halmahera-Talaud menjadi salah satu sumber gempa yang patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan.

"Tunjaman Lempeng Laut Filipina ini selamanya akan menjadi sumber gempa potensial di wilayah Halmahera, Morotai dan Kepulauan Talaud," ujar Daryono. (*)

#Maluku #Gempa #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Bavi, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah
BMKG memperingatkan dampak Siklon Tropis Bavi terhadap cuaca Indonesia. Tiga provinsi berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin (6/7).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Bavi, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Fenomena ini berpotensi memicu pohon tumbang serta mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Indonesia
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada Agustus mendatang, meliputi 369 ZOM atau mencakup 48,84 persen luas daratan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Indonesia
Cuaca Ekstrem Menggila 3-6 Juli 2026: Potensi Hujan Sepekan ke Depan Mengancam Wilayah Aceh Hingga Papua
Embusan angin kuat ini berpotensi menumbangkan pohon perindang jalan serta merusak struktur bangunan non-permanen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Menggila 3-6 Juli 2026: Potensi Hujan Sepekan ke Depan Mengancam Wilayah Aceh Hingga Papua
Indonesia
BMKG Peringatkan Sejumlah Daerah di Indonesia Hujan Deras dengan Petir dan Angin Kencang Hari Ini
Diprakirakan, sejumlah daerah di Tanah Air akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
BMKG Peringatkan Sejumlah Daerah di Indonesia Hujan Deras dengan Petir dan Angin Kencang Hari Ini
Indonesia
Pulau Jawa Terancam Alami Kekeringan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Kekeringan berpeluang terjadi akibat kemarau yang lebih panas-kering di Pulau Jawa.
Frengky Aruan - Selasa, 30 Juni 2026
Pulau Jawa Terancam Alami Kekeringan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Indonesia
Peringatan Dini BMKG 30 Juni-2 Juli 2026: Kota-Kota yang Masih Dilanda Hujan Sedang Hingga Sangat Lebat
Masyarakat berada di area terdampak kemarau wajib menjaga kecukupan cairan tubuh guna mengantisipasi suhu menyengat siang hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
Peringatan Dini BMKG 30 Juni-2 Juli 2026: Kota-Kota yang Masih Dilanda Hujan Sedang Hingga Sangat Lebat
Dunia
Korban Meninggal Akibat 2 Gempa di Venezuela Terus Bertambah, 1.450 Orang Meninggal
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Lebih dari 25.000 personel penyelamat, anggota militer, polisi, tim perlindungan sipil, Palang Merah, serta berbagai organisasi kemanusiaan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Korban Meninggal Akibat 2 Gempa di Venezuela Terus Bertambah, 1.450 Orang Meninggal
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 30 Juni 2026: Jakarta Kompak Cerah Berawan Siang Hari, Sore Mulai Basah
Suhu udara mencapai 34 derajat Celsius berpotensi memicu rasa gerah berlebih saat melakukan mobilisasi siang hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 30 Juni 2026: Jakarta Kompak Cerah Berawan Siang Hari, Sore Mulai Basah
Indonesia
Prakiraan Cuaca Ekstrem Periode 29 Juni-2 Juli 2026, Angin Kencang Siap Landa Jawa Barat Hingga Papua Selatan
Dua kondisi berbeda menuntut langkah antisipasi tepat dari masyarakat berdasarkan karakteristik cuaca wilayah masing-masing
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Ekstrem Periode 29 Juni-2 Juli 2026, Angin Kencang Siap Landa Jawa Barat Hingga Papua Selatan
Bagikan