Biar Terang, 23 Pos Jaga Perbatasan Dipasang PLTS
PLBN. (Foto: Kementerian PUPR)
MerahPutih.com - Pos-pos jaga Tentara Nasional Indonesia, di wilayah perbatasan negara, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua kini bisa menikmati penerangan yang cukup, setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membangun pembangkit listrik di setiap pos.
Paling tidak, Kementerian ESDM membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dibangun pada 23 pos jaga TNI dan seluruhnya ditargetkan rampung pada pekan kedua Desember 2021.
Baca Juga:'
Jabar Mau Bikin Aturan Industri Harus Kelola PLTS Berbasis Atap
"Pelaksanaan pembangunan infrastruktur di lingkungan TNI adalah salah satu implementasi dari MoU dan perjanjian kerja sama antara Kementerian ESDM dengan TNI yang telah berjalan sejak tahun 2018 sampai saat ini," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta, Rabu (24/11).
Kementerian ESDM telah membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan total nilai infrastruktur sebesar Rp 47,09 miliar sejak 2018 dan 2019 di lingkungan TNI.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, baik dari sisi daratan maupun lautan, serta terdiri dari lebih 17 ribu pulau.
Dengan kondisi geografis tersebut, TNI sebagai alat pertahanan dan keamanan utama negara Indonesia, khususnya untuk penjagaan di wilayah perbatasan negara, memiliki tugas berat yang perlu dukungan dari semua pihak termasuk Kementerian ESDM.
Asisten Logistik Panglima TNI Marsda TNI Sujatmiko mengatakan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya mengurangi beban tagihan listrik dan pos-pos jaga yang terisolir dapat memperoleh penerangan, sehingga prajurit yang sedang bertugas tidak mengalami kesulitan listrik.
"Saya berharap pembangunan PLTS melalui program kerja sama antara Kementerian ESDM dan Mabes TNI ini dapat berlanjut baik di pangkalan sekitar kantor Mabes TNI dan di pos-pos jaga yang belum terpasang PLTS akan dapat dibangun PLTS yang berkelanjutan," kata Sujatmiko.
Mabes TNI telah mendapatkan 22 unit PLTS terpusat yang dibangun pada tahun 2019 dan tiga unit PLTS atap yang dibangun pada tahun 2018 dari Kementerian ESDM melalui penandatanganan BAST Alih Status. Kegiatan alih status itu membuat proses pengelolaan dan pemeliharaan PLTS dapat dilakukan secara mandiri oleh TNI. (Asp)
Baca Juga:
Instalasi PLTS Atap Terus Meningkat
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya
Listrik di 224 Desa di Provinsi Aceh Belum Menyala