Betapa Sepi dan Gelapnya Bali di Hari Raya Nyepi
Seorang Pecalang berpatroli di Hari Raya Nyepi (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Hari Raya Nyepi di Bali benar-benar menampilkan kesunyian yang agung. Bayangkan, propinsi dengan penduduk 4,3 juta jiwa itu, tampak lenggang dan sepi. Tak terlihat lagi hilir mudik wisatawan atau deru mesin pesawat dan kendaraan. Semua menyatu dalam sepi, gelap dan hening.
Berdasarkan laporan Antara, suasana gelap dan hening menandai pelaksanaan ibadah Tapa Brata umat Hindu menyambut Tahun Baru Saka 1939.
Suasana pagi hingga sore di Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan tampak hening, karena umat Hindu mengurung diri melaksanakan ibadah Tapa Brata, yakni empat pantangan yang wajib, sekaligus melakukan introspeksi selama 24 jam sejak Selasa (28/3) pukul 06.00 WITA sebelum matahari terbit hingga Rabu (29/3) pukul 06.00 WITA.
Tapa Brata Penyepian tersebut meliputi amati karya (tidak bekerja dan aktivitas lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu atau tanpa hiburan/bersenang-senang).
"Pagi ini, cuaca cukup cerah setelah Perumnas Monang-Maning, Kota Denpasar diguyur hujan sejak pukul 02.00 hingga 05.00 WITA. Hanya terdengar kicauan burung dari rumah tangga yang kebanyakan memelihara burung," ujar warga setempat, Ketut.
Para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Bali, bertepatan dengan umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian, karena mereka hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel tempat mereka menginap.
Gelap Gulita Selain hening menyelimuti Kota Denpasar, tempat-tempat wisata, dan pusat perekonomian lainnya, suasana malam di Bali juga tampak gelap gulita, karena "amati geni" itu.
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra memprediksi penggunaan energi listrik bagi konsumen pada hari Nyepi menurun 35-40 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Pemakaian listrik pada beban puncak menurun tajam dari selama ini rata-rata 860,2 megawatt (MW) akan turun menjadi sekitar 531 MW dari kapasitas energi yang tersedia 1.305 MW.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika, pihaknya telah menyiagakan 64 petugas khusus yang terbagi dalam beberapa tim kerja untuk memadamkan lampu penerangan jalan (LPJ) dan menormalisasikan kembali selama pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Buron Pembunuhan Brutal Rumania Kabur ke Indonesia, Pelariannya Berakhir di Bali
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
5 Kabupaten/Kota di Bali Terendam Banjir, Dampak Siklon 93S
Perempuan WNA Tewas di Jimbaran Diduga Nekat Terobos Banjir Pakai Motor
Jasad WNA Perempuan Tanpa Baju Ditemukan di Gorong-Gorong Jimbaran Terseret Banjir
Artis Porno Bonnie Blue dan Rekan Prianya Dilarang Masuk NKRI 10 Tahun
Imigrasi Bali Sita Paspor Artis Porno Bonnie Blue, Pakai Visa Turis untuk Kerja