Catat! Besok Pertemuan Puncak Koalisi Gerindra-Demokrat

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 23 Juli 2018
Catat! Besok Pertemuan Puncak Koalisi Gerindra-Demokrat

SBY bersama Prabowo Subianto (kanan) dan jajaran pengurus partai seusai mengadakan pertemuan tertutup di Puri Cikeas, Bogor Tahun 2017. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertemuan elite Demokrat dan Gerindra yang digelar hari ini akan membahas poin-poin kesepakatan awal antara kedua partai untuk dibawa dalam pertemuan puncak kedua partai.

"Tentu yang dibahas adalah format koalisi," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (23/7).

Namun, Ferdinand tidak menyebutkan tempat dan waktu tepat pertemuan itu. Dia hanya mengatakan hasil pertemuan akan dilaporkan kepada masing-masing ketua umum untuk dibawa ke pertemuan puncak Selasa (24/7) besok.

SBY sakit
Prabowo Subianto ketika menjenguk SBY di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (Foto: Twitter @PDemokrat)

Juru bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira menambahkan partainya memerlukan kesepahaman detail dengan Demokrat untuk membangun koalisi menjelang pemilihan umum 2019. "Perlu kesepahaman yang lebih detail terkait koalisi," imbuh dia, dikutip Antara.

Diakui Anggawira, elite Partai Gerindra berencana melakukan pertemuan tertutup dengan elite Partai Demokrat hari ini untuk membahasnya. Gerindra juga akan membangun kesepahaman detail dengan dua partai koalisi lain, yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.

Pertemuan tersebut dilakukan sebelum Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan berlangsung Selasa (24/7).

AHY
Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat DIY di Jogja Expo Centre (JEC), Senin (9/4). Foto: MP/Teresa Ika

Sebelumnya, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, pada Jumat (20/7) lalu, menyatakan posisi Demokrat adalah partai yang bebas. Di dalam Pilpres 2019, kata AHY, Demokrat bisa mengusung Presiden Jokowi, bisa mengusung Prabowo Subianto, atau mengusung capres-cawapres alternatif.

AHY mengisyaratkan, kunci utama Pilpres adalah pemenuhan persentase ambang batas Presiden, yang merupakan tiket bagi setiap partai politik atau gabungan partai politik untuk berkompetisi. Dia mengatakan dalam beberapa hari menjelang pendaftaran Pilpres, situasi politik akan semakin panas dan menarik untuk diikuti. (*)

#Koalisi Gerindra-Demokrat #Partai Demokrat #Gerindra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Usai Pindah Dari Golkar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Partai Demokrat
Munafri menggantikan Ni'matullah Erbe yang telah memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan selama dua periode.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Usai Pindah Dari Golkar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Partai Demokrat
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Bagikan