Berusia Hampir 3 Abad, Ini Spesifikasi Kereta Gold State Coach Raja Charles III
Mewah tapi bukan kendaraan yang nyaman. (Royal Collection Trust)
PENOBATAN Raja Charles III dianggap akan menjadi salah satu acara terbesar abad ini, dan akan bergulir pada akhir pekan mendatang, tepatnya Sabtu (6/5). Banyak tokoh dari seluruh dunia akan hadir, terutama keluarga monarki dari berbagai negara dan kerajaan.
Charles menjadi pewaris takhta setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada September lalu. Jutaan orang akan mengikuti upacara penobatan raja Inggris itu, setelah 70 tahun tidak diadakan. Ini juga akan menjadi pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Gold State Coach digunakan untuk acara penobatan.
Gold State Coach adalah kereta kuda kerajaan yang hanya digunakan untuk perayaan resmi dan akbar. Terakhir kali Gold State Coach digunakan adalah pada Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II pada Februari 2022 lalu. Usia kereta kuda itu kini sudah mencapai 260 tahun.
Pada 6 Mei nanti, Charles dan Camilla akan menempuh rute sepanjang 2,1 kilometer antara Istana Buckingham dan Westminster Abbey, tempat upacara akan diadakan. Mereka akan menempuh jarak itu menggunakan Diamond Jubilee State Coach.
Baca Juga:
Mahkota St. Edward untuk Penobatan Raja Charles III
Diamond Jubilee State Coach adalah kereta kuda kerajaan yang paling modern. Kereta kuda itu baru dibuat pada 2014 lalu untuk merayakan ulang tahun ke-50 pemerintahan Ratu Elizabeth II. Kereta kuda itu menawarkan fitur modern, seperti suspensi, jendela elektrik, dan AC.
Namun, yang spesial bukan kereta kuda satu itu, melainkan Gold State Coach, kereta kuda yang akan digunakan Charles dan Camilla setelah dinobatkan. Mereka akan berkendara dalam Gold State Coach setelah resmi menjadi raja dan permaisuri, dalam perjalanan dari Westminster Abbey ke Istana Buckingham.
Kereta kuda berkelir emas itu dibuat pada 1762 silam, sudah digunakan oleh berbagai raja dan ratu dinasti Windsor. Kereta kuda itu menampilkan gerbong kayu solid nan mewah, dan ditarik oleh delapan kuda yang dipilih khusus untuk pekerjaan itu karena beratnya gerbong yang tidak kurang dari empat ton.
Raja pertama yang menggunakan itu adalah George III, pada tahun 1762 silam dalam kesempatan peresmian Parlemen Inggris. Sejak penobatan William IV pada 1831 lalu, kereta kuda kerajaan itu selalu digunakan dalam setiap penobatan raja-raja Inggris.
Baca Juga:
Rp 4,6 Triliun untuk Penobatan Raja Charles III
Gold State Coach juga hadir saat upacara penobatan Ratu Elizabeth II pada 2 Juni 1953. Kehadirannya pada akhir pekan mendatang akan menjadi yang pertama kali setelah 70 tahun, digunakan untuk penobatan raja Inggris yang baru.
Meski kereta kuda itu terlihat megah, mewah, dan berornamen mengesankan, itu bukan kendaraan yang nyaman dan terbilang sulit diakses. Bahkan, Ratu Elizabeth II pernah mengungkapkan ia merasa 'ngeri' saat berada di dalam Gold State Coach itu, dalam sebuah film dokumenter.
Sekarang, Charles dan Camilla juga harus menikmati penderitaan berkendara dengan Gold State Coach pada akhir pekan mendatang, saat mereka akan pulang kembali ke Istana Buckingham setelah acara penobatan selesai di Westminster Abbey. (waf)
Baca Juga:
Jelang Penobatan Raja Charles III, Matchbox Rilis Replika Kereta Kuda Kerajaan Inggris
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
China Dituduh Meretas Ajudan Para Perdana Menteri Inggris
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Inggris, Juga Raja Charles III Bahas Pelestarian Alam dan Lingkungan Sebelum ke Swiss