Bertemu di Acara Peluncuran Danantara, Jokowi Akui Tanya Kabar Megawati ke Puan
Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi). (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), buka suara terkait hasil pembicaraannya saat bertemu Ketua DPP PDIP Solo, Puan Maharani, saat peluncuran Danantara di Istana Jakarta, Senin (24/2).
Jokowi mengaku, ia sempat menanyakan kabar Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia menyebutkan, bahwa hubungannya dengan Puan Maharani sangat baik.
“Ya bertemu (Puan), kalau disapa membalas. Ya saya itu kan berteman baik, berteman baik dengan Mbak Puan Maharani,” kata Jokowi di Solo, Rabu (26/2).
Tak hanya bertemu, kata Jokowi, ia juga saling menyapa saat bertemu Puan. Hal tersebut dianggap wajar.
Baca juga:
Dituding Lemahkan KPK Lewat Revisi UU, Jokowi: Kronologinya Harus Dilihat secara Runtut
“Kalau ketemu saling menyapa dan saling berbicara kan ya wajar-wajar saja. Tidak ada yang dibicarakan, wong ketemunya tidak ada satu menit,” ucap dia.
Jokowi menambahkan, jika dirinya sempat menanyakan kabar Megawati saat pertemuan singkat itu. Kemudian, Puan meresponsnya dengan baik.
“Ya kalau untuk ketemu mbak puan Pasti yang ditanyakan itu (kabar Megawati). Itu hal wajar,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Danantara Mulai Lakukan Reformasi BUMN di Tahun Ini
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern