Berkaca pada Kasus SARS, Hong Kong Tuntut Tutup Perbatasan dengan Tiongkok Daratan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 05 Februari 2020
Berkaca pada Kasus SARS, Hong Kong Tuntut Tutup Perbatasan dengan Tiongkok Daratan

Staf PolyU dan petugas medis mencari di sebuah ruangan di sebuah bangunan saat operasi evakuasi Universitas Politeknik Hong Kong, di Hong Kong, China, Selasa (26/11/2019). (REUTERS/ADNAN ABIDI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Staf medis di Hong Kong melanjutkan aksi mogok hari ketiga pada Rabu (5/1) untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah agar menutup perbatasan dengan Tiongkok daratan. Tuntutan itu terkait kekhawatiran saat jumlah kasus virus corona baru yang ditularkan secara lokal melonjak.

Bekas koloni Inggris tersebut menyaksikan kematian pertama akibat virus corona pada Selasa. Pihaknya mengonfirmasi 18 kasus, termasuk sedikitnya empat orang yang ditularkan secara lokal, demikian otoritas.

Baca Juga:

Bagaimana WNI di Singapura Sampai Bisa Terjangkit Virus Corona?

"Saat penyakit tersebut menyebar dengan cepat di dalam masyarakat kami, dan kasus terinfeksi secara lokal terus meningkat, kami sangat dekat dengan wabah masyarakat besar-besaran yang sebanding dengan SARS," menurut serikat yang baru saja dibentuk Hospital Authority Employees Alliance (HAEA) melalui pernyataan dikutip Reuters dari Antara.

Wabah virus corona, yang muncul di Kota Wuhan di Tiongkok tengah pada Desember membangkitkan memori wabah Infeksi Saluran Pernapasan Berat (SARS) 2003 di Hong Kong, virus corona lain yang berasal dari Tiongkok dan menyebabkan hampir 300 orang meninggal di kota tersebut.

Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. ANTARA/Shutterstock/am.
Gambaran virus corona ANTARA/Shutterstock/am.

Virus itu menyebar dengan cepat di Tiongkok dengan hampir 25.000 kasus terkonfirmasi dan 490 kematian, sebagian besar berada di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei.

Staf medis dan anggota serikat buruh lainnya di Hong Kong mendesak agar perbatasan dengan daratan sepenuhnya ditutup.

Baca Juga

Stop Impor Barang dari Tiongkok, Pemerintah Berlebihan Antisipasi Virus Corona?

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menangguhkan sejumlah hubungan dengan daratan dan menutup beberapa penyeberangan perbatasan. Namun, dirinya tetap membiarkan tiga akses terbuka dengan alasan bahwa penutupan perbatasan secara menyeluruh tidak pantas, tidak praktis dan diskriminatif.

Ribuan staf medis bergabung dengan anggota serikat buruh lainnya pekan ini dan HAEA Hong Kong telah memperingatkan bahwa layanan darurat sangat terganggu.

Jaringan rumah sakit umum Hong Kong mengalami kekurangan staf. Tempat tidur rumah sakit pun jumlahnya terbatas sebelum terjadi wabah virus corona. (*)

Baca Juga:

WNI Terjangkit Corona di Singapura, Istana Kaji Pengetatan Jalur Keluar-Masuk

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan