Relasi

Berikan Edukasi Seks Ke Anak Sejak Dini Melalui Media Ini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 04 Juli 2018
Berikan Edukasi Seks Ke Anak Sejak Dini Melalui Media Ini

Melalui media yang tepat berikan edukasi seks kepada anak (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK ada salahnya memberikan edukasi seks kepada anak sejak dini. Sebab, lambat laun, anak nantinya akan mengenal apa yang namanya seks. Karena itu, akan lebih baik jika pengenalan seks berasal dari orangtua.

Tidak bisa dimungkiri memang, memberika pendidikan seks kepada anak masih menjadi hal tabu. Apalagi di negara ketimuran seperti Indonesia. Pendidikan seks rasanya belum diutamakan.

Laman Go Dok menjelaskan pengenalan seks terhadap anak sejak dini perlu dilakukan. Caranya melalui media tertentu. Berikut media yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran seks untuk anak.

nternet memberikan informasi luas, tapi harus hati-hati (Foto: pexels/Caio Resende)

1. Film

Media pembelajaran seks yang bisa dicoba dan berdampak efektif bisa melalui film anak. Tayangan tersebut memiliki alur cerita ringan dan mudah dicerna anak. Tokoh utama yang ada juga dapat diingat dengan mudah oleh anak. Selain itu, konflik yang terdapat didalam cerita juga lebih relevan dengan interaksi sosial yang terjadi pada teman seusianya lo. Sebuah penelitian menyebutkan, 67 persen dari koresponden yang berusia antara 15-29 tahun belajar menemukan informasi yang berguna dari serial atau film yang muncul di televisi.

2. Majalah

Sebuah survey mneyebutkan 69 persen koresponden mengaku mendapatkan pendidikan seks dari majalah favorit mereka. Informasi yang ada pada majalah disertai gambar menarik, tentu disukai anak dibandingkan metode ceramah. Dari kombinasi tersebut, pola pikir anak akan terbentuk di dalam alam bawah sadarnya. Sehingga mereka akan merumuskan nilai moral mengenai akticitas seksual sesuai dengan usianya.

Majalah menyajikan gambar dan informasi (Foto: Pexels/Jess Watters)

Baca juga: Tips Mendidik Anak Setelah Bercerai

3. Rekan

Sebanyak 76 persen dari peserta target penelitian mengakui bahwa mereka lebih banyak belajar mengenai seks dari rekan sejawat. Pasalnya kehidupan seks yang pernah dialami orang lain lebih mudah dicerna. Hasilnya interaksi yang terjadi lebih komunikatif dan dapat berjalan dua arah. Terlebih informasi yang dipelajari dan tertanam lebih banyak diterima. Namun orangtua harus tetap menjadi pengawas saat anak berbagi cerita dengan teman seusianya agar tidak ada salah pemahaman.

4. Internet

Lebih dari 85 persen subjek penelitian menyatakan bahwa mereka belajar secara otodidak melalui internet. Anak zaman now lebih sering menggunakan internet daripada berinteraksi secara langsung. Ini bisa menjadi kesempatan orangtua untuk menjadikan internet sebagai wadah pembelajaran seks. Namun, orangtua harus ekstra hati-hati saat anak menerima edukasi seks melalui internet. Sebab banyak informasi yang tidak ilmiah dan tidak jelas sumbernya. Karena itu, orangtua harus mendampingi dan lebih teliti saat anak mendapatkan informasi, usahakan informasi yang ilmiah.

Nah, sudah siap memberikan edukasi seks kepada anak? Selamat mencoba! (Ikh)

Baca juga: Ini Lho 5 Sikap Ibu Kece Dalam Mendidik Anak

#Pendidikan Anak #Anak #Kesalahan Orangtua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan