MerahPutih.com - Sutradara Nia Dinata kembali menghadirkan kisah yang dekat dengan realitas masyarakat melalui film Berbagi Suami 2.0.
Reboot dari film Berbagi Suami ini mengangkat berbagai persoalan dalam kehidupan keluarga, mulai dari perselingkuhan, poligami, hingga dampaknya terhadap perempuan dan anak-anak.
Proses syuting film telah dimulai sejak 21 Mei 2026 dengan mengambil lokasi di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta.
Ketiga kota tersebut tidak hanya menjadi latar cerita, tetapi juga dipilih untuk menggambarkan dinamika sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk perubahan hubungan keluarga di tengah perkembangan era digital.
Baca juga:
Sinopsis Film Pendek 'Jalan Pulang', Kisah Kebaya sebagai Warisan yang Menembus Zaman
Bukan Hanya Bahas Soal Poligami
Berbagi Suami 2.0 tidak hanya menyoroti praktik poligami, tetapi juga berbagai luka emosional yang sering kali tertinggal setelah konflik keluarga terjadi.
Film ini mengangkat persoalan hubungan antara suami dan istri, sekaligus perjuangan anak-anak yang harus memulihkan diri bahkan setelah orang tua mereka meninggal dunia.
Menurut Nia Dinata, Selasa (28/7), film ini lahir dari kegelisahan terhadap ketimpangan relasi dalam keluarga yang masih terjadi hingga saat ini.
Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan,
Nia Dinata.
Ia menilai, meningkatnya pembahasan mengenai perselingkuhan dan poligami di media maupun media sosial belum sepenuhnya diiringi perhatian terhadap dampak psikologis yang dialami perempuan dan anak.
Karena itu, film ini tidak dibuat untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan mengajak penonton memahami luka yang sering tersembunyi dan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Tiga Karakter Perempuan dengan Kisah yang Saling Terhubung
Berbeda dari film pertamanya, Berbagi Suami 2.0 akan berfokus pada tiga karakter utama perempuan beserta anak-anak mereka.
Kisah ketiganya dihubungkan oleh persoalan poligami yang memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan keluarga masing-masing.
Melalui sudut pandang tersebut, film ini akan mengeksplorasi ketimpangan relasi, perjuangan perempuan, serta dampak emosional yang dapat diwariskan kepada anak-anak.
Film ini diproduksi oleh Kalyana Shira Films dan diproduseri oleh Melissa Karim.
Menariknya, Melissa sebelumnya pernah menjadi bagian dari film Berbagi Suami pertama sebagai pemeran anak yang baru mengetahui ayahnya menjalani poligami.
Dua puluh tahun kemudian, ia kembali terlibat dalam proyek yang sama, namun dengan peran berbeda sebagai produser.
"20 tahun yang lalu saya ikut berakting menjadi anak yang baru mengetahui bahwa ayahnya berpoligami. Sekarang saya membuat film ini bersama tim yang sudah begitu lama saling mengenal, bagaikan sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi untuk terus membuat film yang kritis dan baik bagi masyarakat kita," kata Melissa Karim.
Baca juga:
Film Indonesia Para Perasuk Guncang Perfilman Dunia, Menang Festival Fantasia Kanada
Berbagi Suami 2.0 juga menjadi ajang reuni bagi sejumlah kru yang pernah terlibat dalam film pertama.
Beberapa nama yang kembali berkontribusi antara lain penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, penata busana Tania Soeprapto, serta penata musik Aghi Narottama dan Ramondo Gascaro.
Saat ini, film tersebut memasuki tahap penyuntingan sebelum melanjutkan proses pascaproduksi, termasuk penggarapan musik, lagu tema, dan sound mixing yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2026.
Dibintangi Sederet Aktor Papan Atas

Film ini diperankan oleh Morgan Oey, Jihane Almira, Atiqah Hasiholan, Rory Asyari, Tara Basro, Aming, Didik Nini Thowok, Ferry Salim, Leony V.H, dan Olga.
Selain itu, terdapat pula pemeran tamu Titi DJ serta Sharon Sitania. Nia Dinata juga merangkap sebagai penulis skenario sekaligus Co-Producer.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Berbagi Suami 2.0 dijadwalkan tayang di bioskop pada kuartal pertama 2027. (Tka)

