Belum Lama Dibuka Kembali, Apple Store di AS Dijarah Warga
Apple kembali menutu tokonya usai dijarah warga (Foto: pixabay/3005398)
SEPERTI yang diketahui, Apple belum lama ini kembali membuka storenya di sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Sebelumnya penutupan toko dilakukan karena pemerintah setempat menerapkan lockdown, guna memutus rantai penyebaran virus corona.
Namun belum lama dibuka setelah lockdown, Apple Store justru malah jadi sasaran penjarahan para warga.
Baca Juga:
OnePlus dan McLaren Akhiri Kerjasama Pembuatan Ponsel, Ada Apa?
Penjarahan tersebut merupakan buntut dari protes kematian George Floyd, hingga menyebabkan pecahnya aksi demosntrasi pada sejumlah kota di Amerikan serikat.
You can see looters coming from Back-of-House at the downtown Philadelphia Apple Store, but they don’t have much loot. That’s where the bathrooms are too and then a pretty solid keypad/magnet-locked door to the real prize … ???? https://t.co/xxEsEqO3mQ
— Paul McGrane (@pmcg) May 31, 2020
Seperti yang dilansir dari laman phonearena, iPHone, Mac dan iPad merupakan salah satu dari target utama para penjarah di Apple Store yang berada di wilayah Los Angeles, San Francisco, New York, Washingong DC dan PHoladelphia. Sejumlah produk-produk Apple yang dipajang dietalase pun ludes dijarah dengan beringas oleh para warga.
Baca Juga:
Mengintip Bocoran Spesifikasi Ponsel Gaming Canggih Realme X50 Pro Player Edition
Namun penjarahan itu tampak ironi, karena Apple merupakan salah satu dari perusahaan besar, yang sangat mengutuk asksis rasisme yang diduga meyebabkan kematian George Floyd.
CEO Apple Tim Cook pun telah mengirimkan email pada karyawannya, yang berisi tentang sikap Apple pada soal rasisme.
"Kita tak bisa mempunyai komunitas yang layak dirayakan, kecuali kita bisa memastikan kebebasan dari ketakutan bagi setiap orang yang mencintai negara ini," tulis Tim Cook.
Setelah aksi penjarahan itu, Apple mengambil langkah dengan menutup kembali toko-tokonya, dan menyimpan produk yang berada di etalase ke tempat yang lebih aman.
Namun sayangnya belum diketahui hingga kapan Apple akan menutu store atau toko-tokonya. Yang jelas, selama aksi demonstrasi masih belum mereda, sepertinya Apple tak mau ambil risiko tinggi dengan membuka kembali tokonya, khususnya di Ameria Serikat. (Ryn)
Baca juga:
Mantap! WhatsApp Akan Support Panggilan Video 50 Orang Sekaligus
Bagikan
Berita Terkait
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Desain Rahasia Tesla Hingga Apple Berpotensi Dijual ke Kompetitor Buntut Data Engineering Luxshare Diretas 'RansomHub'
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
iPhone 18 Pro Bakal Pakai Layar LTPO+ Canggih, Siap-Siap Ucapkan Selamat Tinggal ke Teknologi Dynamic Island
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Delpedro Marhaen dkk, Sidang Kasus Dugaan Penghasutan Tetap Lanjut