Desain Rahasia Tesla Hingga Apple Berpotensi Dijual ke Kompetitor Buntut Data Engineering Luxshare Diretas 'RansomHub'
Ilustrasi. Foto: Unsplash/Laurenz Heymann
Merahputih.com - Dunia teknologi sedang diguncang kabar buruk setelah Luxshare, pemasok utama komponen Apple asal China, dilaporkan menjadi korban serangan siber besar-besaran.
Kelompok peretas ransomware bernama RansomHub mengklaim telah berhasil membobol pertahanan siber perusahaan tersebut dan menggasak data sensitif milik raksasa teknologi dunia.
RansomHub mengungkapkan di forum dark web bahwa data teknik yang dicuri mencakup informasi hingga tanggal 15 Desember 2025.
Yang mengejutkan, kelompok ini menuding pihak manajemen Luxshare mencoba menutupi insiden ini dari publik dan internal perusahaan.
Baca juga:
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
“Kami sudah menunggu Anda cukup lama, tetapi tampaknya departemen IT Anda memutuskan untuk menyembunyikan insiden yang terjadi di perusahaan Anda. Kami sangat menyarankan Anda menghubungi kami untuk mencegah data rahasia dan dokumen proyek Anda bocor,” ancam kelompok peretas tersebut dalam unggahannya.
Rahasia Apple hingga Tesla di Tangan Peretas
Data yang dicuri bukan sekadar dokumen biasa. Para peretas mengklaim memegang model produk CAD 3D rahasia, desain teknik, informasi perbaikan perangkat, hingga jadwal pengiriman produk dari perusahaan kelas kakap seperti Apple, Nvidia, LG, dan Tesla.
Karena dokumen tersebut mencakup rentang waktu 2019 hingga 2025, muncul kekhawatiran besar bahwa detail produk Apple yang belum rilis pun ikut bocor.
Keresahan ini bukan tanpa alasan. Pakar siber menyebutkan bahwa kebocoran ini bisa menjadi 'tambang emas' bagi kompetitor untuk melakukan reverse-engineering.
“Jika terkonfirmasi, serangan ini bisa menjadi bencana bagi Luxshare dan mitranya. Penyerang bisa menjual data tersebut kepada kompetitor yang dapat memanfaatkannya untuk memotong riset bertahun-tahun dan memproduksi barang palsu,” tulis laporan dari Cybernews.
Baca juga:
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Ancaman Serangan Rantai Pasokan Global
Selain kerugian material dan hak intelektual, kebocoran ini mengancam keselamatan sistem operasi global. Data yang bocor dikabarkan memuat informasi identitas pribadi (PII) karyawan Apple dan Luxshare, serta skema manufaktur PCB dan gambar komponen yang sangat mendetail.
Bambang, seorang analis keamanan siber, memperingatkan bahwa informasi ini dapat digunakan untuk menemukan kerentanan perangkat keras atau hardware vulnerabilities, bahkan melancarkan serangan rantai pasokan (supply chain attacks) yang lebih mematikan. Hingga saat ini, baik pihak Luxshare maupun Apple masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman serius ini.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Desain Rahasia Tesla Hingga Apple Berpotensi Dijual ke Kompetitor Buntut Data Engineering Luxshare Diretas 'RansomHub'
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
iPhone 18 Pro Bakal Pakai Layar LTPO+ Canggih, Siap-Siap Ucapkan Selamat Tinggal ke Teknologi Dynamic Island
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!
Apple Enggak Bakal Bawa Kamera 200MP di iPhone hingga 2028, Apa Alasannya?
Apple Mulai Bingung, Terpaksa Minta Samsung Jadi Pemasok Memori iPhone 18