Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2020
Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini

Tidak perlu khawatir jika sang buah hati belum hadir. (Foto: Unsplash/Drew Hays)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENDAMBAKAN kehadiran buah hati banyak diinginkan semua orang, terlebih bagi pasangan yang baru saja menikah. Namun, tidak semua pasangan suami istri beruntung dan langsung dikaruniai keturunan setelah menikah. Tentu hal ini memicu perasaan sedih dan kecewa yang teramat dalam.

Baca juga:

Gara-Gara Sauna Pria Susah Punya Anak?

Hal yang wajar bila kamu merasa iri dengan teman atau saudara yang langsung mendapatkan momongan pasca menikah. Tak jarang tidak adanya buah hati dalam rumah tangga menimbulkan masalah dan pertikaian.

Mengutip laman Alodokter, berikut lima tips untuk saling menguatkan saat kamu dan pasangan belum dianugerahi momongan.

1. Saling terbuka mengenai tekanan sosial yang dihadapi

Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini
Saling terbuka dengan pasangan. (Foto: Unsplash/Aditya Romansa)

Tips pertama yang bisa kamu lakukan adalah saling terbuka kepada pasanganmu. Cemooh dan tanggapan negatif dari orang lain terkadang bisa sangat menyakitkan, terlebih bila kamu dan suami dicap mandul dan tidak bisa memiliki keturunan.

Daripada dipendam sendiri, ada baiknya saling terbuka dan mengutarakan keluahan yang dihadapi. Dengan begitu, beban pikiran akna terasa lebih ringan dan bisa melalui hari-hari dengan lebih tenang.

2. Melihat sisi positif di setiap keadaan

Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini
Memelihara anjing bisa menjadi alternatifnya. (Foto: Unsplash/Sheri Hooley)

Dalam situasi seperti ini, mungkin sulit rasanya untuk berpikir positif. Namun percayalah, di setiap kejadian pasti ada sisi positif yang bisa diambil. Bukankah kamu justru bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan pasangan?

Kamu tentu paham ketika nanti memiliki anak, kamu akan menyandang status sebagai orangtua. Kegiatanmu menjadi terbatas karena harus memperhatikan anak.

Dengan belum hadirnya buah hati, kamu dan suami bisa melakukan segala hal yang mungkin sulit dilakuukan jika memiliki anak kelak.

Baca juga:

Begini Istimewanya Punya Pasangan Ekstrovert

3. Membuat rencana baru dan mengejar keinginan yang belum tercapai

Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini
Menjadi momen yang tepat untuk mewujudkannya. (Foto: Unsplash/Sharon McCutcheon)

Jika kamu dan suami memiliki target yang belum direalisasikan, ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mewujudkannya.

Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa lebih aktif dan produktif terhadap apa yang kamu kerjakan. Misalnya, mengikuti kelas memasak atau menjahit, melanjutkan pendidikan, dan masih banyak lagi.

4. Mencari cara lain untuk menyalurkan kasih sayang

Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini
Memelihara anjing bisa menjadi alternatifnya. (Foto: Unsplash/Sheri Hooley)

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memelihara hewan peliharaan. Hewan peliharaan yang menggemaskan dan sangat lucu juga bisa mewarnai hari-harimu, sekaligus mengujimu bagaimana cara merawat anak nantinya.

Kamu juga bisa mengikuti berbagai organisasi sosial atau kegiatan positif lainnya. Cara ini setidaknya bisa mengusir pikiran negatif di kepalamu, serta membuatmu berkembang dan lebih percaya diri.

5. Mencari dukungan dari yang belum memiliki momongan

Belum Dianugerahi Momongan? Kuatkan Diri dan Hati dengan 5 Tips Ini
Kelilingi dirimu dengan mereka yang seperjuangan. (Foto: Unsplash/Jakob Owens)

Cobalah berada di lingkaran yang juga belum memiliki momongan. Siapa tahu, mereka akan menguatkanmu dan sebaliknya.

Sebab dengan adanya teman seperjuangan, kamu bisa merasa tidak sendirian. Perkataan orang lain bisa sangat membebani pasangan yang sedang menunggu kehadiran buah hati. Jadi, hindari mereka. (and)

Baca juga:

Cinta Pertama Tak Bisa Langgeng? 5 Selebritas Dunia Ini Patahkan Mitos soal Asmara

#Anak #Keluarga #Pasangan Suami Istri
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Berita Terkait

Indonesia
Kemenag Doroang Majelis Taklim Naik Kelas, Ancaman terhadap Keluarga Indonesia tah hanya soal Ekonomi
Majelis taklim tidak sekadar menjadi ruang pengajian rutin, tapi tampil sebagai pusat penguatan ketahanan keluarga dan benteng moral masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Kemenag Doroang Majelis Taklim Naik Kelas, Ancaman terhadap Keluarga Indonesia tah hanya soal Ekonomi
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan