MerahPutih Nasional- Belok Kiri Fest terancam batal diadakan. Berbagai pihak menekankan pembatalan acara yang dianggap menyimpang dari ideologi bangsa itu.
Setelah mendapat pernyataan sikap dari sekelompok Gerakan Pemuda Cinta Bangsa (GPCB), pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat juga mengeluarkan surat pernyataan menolak Belok Kiri Fest diadakan di TIM.
Berdasarkan surat dari Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta, dengan nomor surat 615/-076.76, tertanggal 26 Februari 2016, panitia acara juga diminta segera mengeluarkan perlengkapan dan peralatan kegiatan dari Galeri Cipta II. Surat ini menyatakan bahwa panitia tidak dapat menunjukkan surat izin keramaian dari pihak kepolisian.
"Di TIM udah dicopotin semua displaynya," kata Alfa, panitia narahubung Belok Kiri Fest, kepada merahputih.com melalui sambungan telefon, Sabtu (27/2).
Sebelumnya, GPCB menggelar konferensi pers terkait Belok Kiri Fest, di Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/2) siang.
Menurut gerakan pemuda tersebut, Belok Kiri Fest tidak layak diadakan karena berpotensi memecah kedaulatan NKRI. Belok Kiri Fest sedianya dibuka hari ini, Sabtu (27/2) dan berakhir pada 5 Maret 2016.
Direktur Jendral Kebudayaan RI Hilmar Farid dijadwalkan ikut memberikan kata sambutan pembukaan. Acara yang dipimpin Dolorosa Sinaga ini dijadwalkan akan diisi berbagai acara. Di antaranya pemutaran film, workshop komik, pentas musik, hingga diskusi kritis menyingkap sejarah.
Diketahui, Belok Kiri Fest merupakan agenda untuk mengingatkan kembali kekejaman orde baru saat berkuasa. Diantaranya, soal pembantaian anggota dan yang dituduh sebagai pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Dikhawatirkan dapat membangkitkan gerakan-gerakan kiri, agenda pun enggan mendapat izin. (fre)
BACA JUGA: