MerahPutih.com - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet tidak mengindahkan saran Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ihwal mediasi masalah mobilnya yang diderek oleh petugas Dishub DKI Jakarta beberapa hari lalu.
Manurut Sandiaga, masalah ini harus dibawa kesebuah pembahasan untuk melakukan sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2014 Pasal 140 tentang Transportasi Jakarta. Dalam pasal tersebut diatur larangan kendaraan parkir di sembarang tempat.
"Nah harapan saya perdebatan ini dibawa ke sebuah diskursus untuk mensosialisasikan perda tersebut dan agar perparkiran di wilayah DKI itu bisa lebih tertata ke depan," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (9/4).
Mantan Ketua HIPMI ini pun mengaku telah mengenal lama keluarga Ratna dan ia juga telah menjalin komunikasi baik dengan wanita yang juga berprofesi sebagai seniman itu.
"Keluarganya sudah sangat terkenal. Dan saya sudah lama sekali menjalin komunikasi dengan beliau," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet menyoroti ucapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyarankan dirinya melakukan mediasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI terkait masalah penderekan mobilnya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, seharusnya Wagub proaktif untuk mempertemukan pihak ke-I (Ratna) dan pihak ke-2 (Dishub DKI) guna menyelesaikan permasalah, bukan berbicara di depan awak media.
Lanjut dia, pernyataan yang dilontarkan Sandiaga di media soal mediasi justru memanaskan suasana antara dirinya dengan Dishub DKI
"Kalau menurut saya. Tugas Pak Sandi sebagai Wakil Gubernur justru memediasi kami. Justru ngundang kita duduk. Ini siapa nih yang salah gitu loh," kata Ratna di Jakarta, Senin (9/4). (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ini Alasan Ratna Sarumpaet Kukuh Ingin Somasi Dishub