Pemilu 2019

Begini Pernyataan Resmi SBY Terkait Pelaksanaan Pemilu 2019

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 22 Mei 2019
 Begini Pernyataan Resmi SBY Terkait Pelaksanaan Pemilu 2019

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Youtube

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Presiden Keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan tanggapan terkait hasil Pemilu 2019. Kesibukan SBY mendampingi Ibu Ani Yudhoyono yang terbaring sakit di Singapura membuatnya agak sedikit menunda menyampaikan pendapat soal Pilpres 2019.

Dalam pernyataannya, SBY menyampaikan rasa syukur dan lega terhadap KPU yang sudah mengumumkan hasil pemilu dengan baik dan tepat waktu.

Pesan itu disampaikan melalui sebuah video berdurasi 09.23 menit,. Video itu dibagikan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari kepada wartawan melalui jejaring WhatsApp, Selasa (21/5) malam.

"Kita tahu banyak yang memperkirakan KPU tidak bisa melaksanakan tugas penghitungan suara dengan baik dan tepat waktu," kata SBY.

Dia juga bersyukur dan lega karena isu akan terjadinya aksi-aksi kerusuhan massa pada saat KPU mengumumkan perolehan suara, utamanya hasil pilpres 2019, tidak terjadi paling tidak hingga Selasa hari ini.

"Saya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga situasi aman, damai dan tertib, dapat terus dijaga. Meskipun, ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat termasuk aksi protes tetap dibuka dan dijamin oleh negara. Kuncinya adalah protes apapun, dapat dilakukan secara bertanggung jawab, tertib dan damai," jelasya.

Presiden SBY menyatakan lega Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARA FOTO)

Kemudian SBY juga menyatakan bersyukur serta lega setelah menyimak pernyataan kedua capres 2019, yakni Jokowi dan Prabowo. Dia lega karena Prabowo menyatakan akan menempuh jalur konstitusi dalam menyampaikan gugatan terhadap hasil pilpres.

"Tadi siang saya menyimak pernyataan kedua capres kita, Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo subianto. Kembali saya bersyukur dan lega, karena Bapak Prabowo dalam menyampaikan penolakan atau gugatannya terhadap hasil pilpres yang dihitung oleh KPU akan dilakukan melalui jalan konstitusi," kata SBY.

SBY menafsirkan jalan konstitusional yang akan ditempuh Prabowo adalah melalui Mahkamah Konstitusi sebagai jalan yang dibuka dan disediakan oleh konstitusi.

"Bapak prabowo juga menyerukan kepada para pendukungnya agar tetap menjaga keamanan, dan ketertiban umum. Dan dalam menyampaikan pendapatnya di depan umum, tetaplah dilaksanakan secara damai, berakhlak dan konstitusional," ujar SBY.

Dia pun menyampaikan pesan kepada Prabowo, bahwa apapun hasil dari gugatan ke MK nanti, sejarah akan mencatat, Prabowo adalah seorang konstitusionalis, serta seorang yang menghormati pranata hukum juga sebagai" champion of democracy".

"Sebuah 'legacy' yang akan dikenang dengan indahnya, oleh generasi mendatang," jelas SBY.

Selanjutnya, SBY menyatakan semakin bersyukur dan lega karena Jokowi menyampaikan akan menjadi pemimpin dan pengayom dari seluruh rakyat Indonesia, serta akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial dan mengajak bersatu-padu, membangun bangsa dan tanah air tercinta.

Menurut SBY sebagaimana dilansir Antara, Rabu (22/5), komitmen pemimpin seperti itu sangat diharapkan oleh rakyat dan harus segera diwujudkan setelah pemilu ini baik oleh mereka yang memilih Jokowi-Ma'ruf maupun yang tidak memilihnya.

Bagi SBY, ini merupakan awal yang baik bagi kembalinya kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia yang hampir setahun berada dalam kontestasi yang keras dan polarisasi yang ekstrem.

Hal ini menurutnya, juga merupakan awal yang indah bagi terbasuhnya luka diantara anak bangsa, serta bagi rekonsiliasi dan bersatunya kembali anak bangsa secara terhormat.

"Mengiringi ucapan selamat saya kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin, dalam kapasitas saya sebagai Presiden RI keenam, atas kepercayaan rakyat, yang diberikan kepada bapak berdua, untuk pada saatnya memimpin Indonesia lima tahun mendatang," kata dia.

Ketua Umum Partai Demokrat SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan paparan saat pengukuhan Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Dia juga menyambut baik dan mendukung penuh komitmen dan tekad mulia Jokowi-Ma'ruf untuk memimpin dan mengayomi rakyat Indonesia secara adil tanpa kecuali.

"Semoga Allah meridhoinya dan semoga sejarah menorehkan tinta emasnya," kata SBY.

Partai Demokrat Terima Hasil Pemilu 2019

Sementara itu berkaitan dengan hasil pemilu legislatif, SBY menyatakan meskipun perolehan suara dan kursi Partai Demokrat di parlemen menurun, pada prinsipnya Demokrat menerima hasil pileg tahun 2019.

Dia menyampaikan, Demokrat tetap mewadahi permohonan para caleg yang sudah berjuang dengan gigih, jujur dan taat undang-undang untuk melakukan gugatan ke MK, karena merasa dirugikan di dapilnya masing-masing. Tetapi hal itu tidak menghalangi sikap Demokrat untuk menerima hasil Pemilu 2019.

"Bersamaan dengan itu Partai Demokrat juga mengucapkan selamat kepada partai-partai politik yang memiliki perolehan kursi di DPR yang lebih banyak dibandingkan Pemilu 2014," jelasnya.

Di bagian akhir videonya, SBY menyampaikan pesan bahwa Demokrat melihat banyak permasalahan yang terjadi dalam Pemilu 2019.

Oleh karena itu dengan niat dan tujuan yang baik serta dilandasi oleh kecintaan kepada demokrasi dan pemilu yang semakin baik, Demokrat akan menuntaskan evaluasi menyeluruh terhadap pemilu 2019.

Hasil evaluasi akan diserahkan kepada negara, pemerintah termasuk lembaga penyelenggara pemilu agar Pemilu 2024 dapat lebih berkualitas dan lebih demokratis serta lebih damai, jujur dan adil.

Hasil evaluasi itu, kata SBY, merupakan pandangan dan saran Demokrat untuk perbaikan dan penyempurnaan Pemilu 2024 mendatang yang mencakup sistem, undang-undang dan aturan pemilu yang lebih tepat, serta pelaksanaan kampanye dan pemungutan suara termasuk penghitungannya yang lebih kredibel, akuntabel, dan transparan.(*)

#Partai Demokrat #Susilo Bambang Yudhoyono #Pemilu 2019 #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Indonesia
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Narasi yang beredar menyebut seolah-olah hubungan antara pendiri Partai Demokrat dan Kapolri tidak akrab.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Oktober 2025
Ramai Video SBY Tak Salami Kapolri saat Peringatan HUT ke-80 TNI, Demokrat Tegaskan Hubungan Baik-Baik Saja
Bagikan