Begini Keluh Kesah Pemilik Kafe yang Sering Didatangi Rojali
Rojali (Rombongan Jarang Bel) viral di media sosial. (Foto: Dok/Davey)
MerahPutih.com – Pemilik akun Instagram, @agus_arrya, berhasil mewakili keluh kesah para pemilik kafe se-Indonesia. Hal ini dikarenakan ungkapannya dalam salah satu videonya cukup viral. Dalam video tersebut, Agus kembali memperkenalkan istilah Rojali (rombongan jarang beli).
Tak lama, curhatannya itu viral di media sosial karena beberapa kali kafe miliknya di singgahi oleh ‘oknum’ mahasiswa yang sering nongkrong di tempatnya. Bahkan, ada yang tidak membeli menu di kafenya.
"Teruntuk oknum mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Jogja yang sering kerjain tugas di kedai kopi atau di kafe, meminta tolong, minta tolong order. Kan enggak semua harga mahal, ada yang murah juga," ujar Agus mengawali curhatannya dalam unggahannya, Rabu (19/6).
Salah satu hal yang membuanya resah adalah lantaran banyak dari mereka yang datang ke kafe untuk rapat dan membahas perihal masalah ekonomi rakyat. Namun, hal itu tak sejalan dengan apa yang dilakukannya.
Baca juga:
View this post on Instagram
Mereka tak memesan makanan atau minuman dari kafenya. Padahal, jika mahasiswa itu membeli makanan atau minuman di sana, juga ikut andil dalam membantu perekonomian rakyat.
Mahasiswa kaum Rojali itu dinilai hanya menumpang tempat, WiFi, hingga fasilitas kafe untuk mengerjakan tugas atau rapat. Wajar saja jika ia kesal dengan tingkah mahasiswa yang merasa tidak punya uang, tetapi nekat mengerjakan tugas di kedai kopi.
Hal ini pun menjadi sebuah ironi bagi Agus yang saat ini memiliki kafe level UMKM di wilayah Sorowajan, Yogyakarta.
Meski begitu, Agus tak menggeneralisasi semua mahasiswa di Jogja memiliki kelakuan seperti itu. Ia hanya meluapkan apa yang sering dialaminya lantaran sudah berulang-ulang kali terjadi. Namun, oknum mahasiswa tersebut tampak tidak peduli.
Baca juga:
Matcha Dapat Jaga Kesehatan Mulut, Pesan deh saat Nongkrong di Kafe
"Dengan kesadaran saya dan kerendahan hati saya, mohon maaf apabila ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan apa yang saya sampaikan jadi mohon dimengerti," pungkasnya. (Far)
Bagikan
Berita Terkait
Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial untuk Meningkatkan Popularitas
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Lirik Lagu “Gong Xi Gong Xi” yang Selalu Mengiringi Perayaan Imlek
Polisi Temukan Tabung Pink dan Bercak Darah di Apartemen Lula Lahfah
Pedagang Es Gabus Terima Bantuan TNI usai Difitnah Pakai Spons, Dapat Kulkas hingga Dispenser
Polisi Ungkap Alasan Lepas Pasutri Viral yang Pukul Pengendara Motor di Palmerah, Identitas 'Pak Joko' Perlahan Mulai Terendus
Komisi III DPR Desak Kasus Jambret Mati Karena Dikejar Hogi Minaya Dihentikan, Bukan Restorative Justice
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Abu Rokok Kena Orang, Disiram Air Malah Ngamuk: Pasutri di Palmerah Lupa Pakai Helm Tapi Ingat Cara Memaki dan Memukul