Begini Kelebihan Transaksi Non Tunai Menurut Akademisi
Bitcoin adalah salah satu uang digital yang tengah ramai diperbincangkan. (Foto: Istimewa)
MerahPutih.Com - Transaksi non tunai jika dibandingkan dengan tunai terdapat sejumlah kelebihan. Pembeli tidak perlu repot harus memegang uang cash tapi cukup memasukan jumlah yang diperlukan.
Transaksi non tunai lebih praktis bila dibandingkan dengan transaksi tunai, kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah, Kiky Srirejeki.
"Transaksi non tunai, kelebihannya menurut saya, lebih praktis. Pengguna non tunai tidak perlu membawa sejumlah uang, terutama untuk transaksi dalam jumlah besar," katanya di Purwokerto, Selasa (21/11).
Selain itu, kata dia, transaksi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, terutama dengan bantuan teknologi.
"Misalnya dengan aplikasi yang ada di telepon selular. Karena lebih praktis, maka penggunaan transaksi non tunai juga menjadi lebih nyaman, karena transaksi juga dapat dilakukan dengan lebih cepat," katanya.
Keunggulan lainnya, kata Kyki Srirejeki sebagaimana dilansir Antara, transaksi non tunai juga lebih transparan.
"Karena setiap transaksi yang dilakukan, sekecil apapun jumlahnya akan tercatat oleh sistem sehingga pengguna mengetahui riwayat transaksi yang dilakukan," katanya.
Meski demikian, kata dia, transaksi non tunai juga memiliki kekurangan.
"Misalnya, terkait keterbatasan baik secara jumlah maupun tempat lokasi transaksi. Terbatas secara jumlah karena pengguna hanya bisa menggunakan dana yang tersedia di rekening atau kartu debit atau batas maksimal penggunaan jika kartu kredit, selebihnya pengguna tidak bisa menggunakan," katanya.
Selain itu, kata dia, terkait risiko keamanan.
"Karena transaksi non tunai mengandalkan sistem dan kecanggihan IT sehingga harus diwaspadai risiko sistem terkena 'hack'," katanya.
Untuk itu, penyedia jasa transaksi non tunai, menurut Kiky Srirejeki harus bisa menjamin keamanan bagi pengguna transaksi non tunai.
"Risiko ini tidak hanya terkait pembobolan uang di rekening pengguna, tetapi juga risiko bocornya data pengguna. Karena semua transaksi terekam oleh sistem, maka keamanan data pengguna juga sangat penting," katanya.(*)
Bagikan
Berita Terkait
Warga Makin Mudah Lakukan Pembayaran Digital, Transfer Capai Rp 25 Kuadriliun
Transaksi Aset Digital Nasional Tembus Rp409,56 Triliun, Pintu Gelar Kompetisi Trading dengan Hadiah Stablecoin USDT
Flexi Earn Super Rate Up Diperpanjang Hingga November 2025, Tawarkan Bunga Hingga 25 Persen
Ratusan Orang Jadi Korban Penipuan Online Tiap Hari, ini 5 Modus yang Harus Diwaspadai
'Rojali' dan 'Rohana' Mulai Menghantui E-commerce Indonesia, Transaksi Makin Ramai Tapi Nilai Belanja Menurun Drastis
ABI Tegaskan DRX Token Sebagai Proyek Aset Digital Yang Miliki Potensi Besar di Indonesia
Bank Indonesia Segera Luncurkan Payment ID, Bakal Pantau Transaksi Keuangan Masyarakat
PPATK Temukan Puluhan Ribu Rekening yang Diduga Digunakan untuk Deposit Judi Online
Minta Tak Pedulikan Protes AS, Ekonom Sebut QRIS Jadi Pendorong Ekonomi Digital
DRX Token Resmi Diluncurkan, Ini Aset Kripto Lokal Kebanggaan Indonesia