Relasi

Begini Cara Terbaik untuk Menunjukkan Simpati

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Juni 2023
Begini Cara Terbaik untuk Menunjukkan Simpati

Ketika perasaan simpati muncul, pertanyaannya menjadi bagaimana kamu menunjukkannya. (Foto: freepik/pressfoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA kehilangan anggota keluarga dekat, sahabat, atau pasangans, kamu tahu betapa menyakitkannya hari-hari awal, bahkan minggu, bulan, dan tahun tersebut.

Kamu mungkin menerima berbagai bentuk belasungkawa, tapi mereka yang mengungkapkan simpati mungkin merasa tidak yakin tentang cara terbaik untuk menunjukkan belasungkawa dengan cara yang benar-benar menghibur.

Menurut sebuah makalah baru oleh Elodie Malbois dari Universitas Jenewa (2023), simpati adalah 'perasaan terhadap orang lain'. Berbeda dengan emosi empati yang berorientasi pada diri sendiri, yang merupakan perasaan 'dengan' orang lain, simpati adalah emosi yang berorientasi pada 'orang lain'.

Baca juga:

Pria, Beginilah Cara Berduka yang Benar

Simpati juga bisa hadir sebagai perasaan terhadap orang lain yang berbagi duka. (Foto: freepik/freepik)

Emosi berorientasi diri berlaku untuk perasaanmu saat ini, bukan apa yang terjadi dengan orang lain. Kematian dapat membuat kamu merasa sedih sesaat, hanya karena itu adalah situasi yang menyedihkan. Dalam emosi simpati yang berorientasi pada orang lain, kesedihanmu sendiri bukanlah faktornya.

Ketika perasaan simpati muncul, pertanyaannya menjadi bagaimana kamu menunjukkannya. Salah satu caranya adalah memberikan bantuan, seperti menghibur orang yang mengalami kehilangan dan bahkan mungkin membantu di sekitar rumah atau membawakan lasagna.

Banyak tradisi budaya berputar di sekitar bentuk kepedulian terhadap kondisi yang dirasakan dari orang yang berduka. Hal ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa motivasi untuk memberikan bantuan dilakukan dalam konteks harapan normatif.

Komunikasikan simpati secara efektif

Ungkapan kepedulian yang tulus untuk seseorang yang baru kehilangan orang terkasih perlu menggabungkan empati dan simpati.

Dalam empati, kamu selalu berusaha memahami perspektif orang lain dari sudut pandangmu sendiri. Sebagai orang yang berduka, kamu mungkin tidak benar-benar merasakan emosi seperti yang dianggap orang yang menghiburmu.

Tanggung jawab ada pada si penghibur untuk mencoba mendapatkan perspektif bersama, dan cara terbaik untuk mendapatkan perspektif itu adalah dengan mendengarkan.

Baca juga:

4 Zodiak yang Pandai Memanipulasi Diri sendiri untuk Mendapatkan Simpati

Semakin kuat ikatan di antara mereka yang berkabung, semakin kuat pemahaman empatiknya. (Foto: pexels/cottonbro studio)

Simpati juga bisa hadir sebagai perasaan terhadap orang lain yang berbagi duka. Anggota keluarga, teman, dan pasangan masing-masing memiliki hubungan yang berbeda dengan almarhum.

Dalam proses saling berduka ini, setiap individu tidak hanya bergumul dengan kehilangan tetapi juga berusaha untuk saling memberikan kenyamanan. Semakin kuat ikatan di antara mereka yang berkabung, semakin kuat pemahaman empatiknya.

Baik dalam bentuk kartu, teks, atau pesan, fakta bahwa seseorang meluangkan waktu untuk melakukannya mungkin yang terpenting. Saat kamu menuliskan pikiran dan perasaan itu, jangan terlalu berusaha menjadi puitis; ikhlas saja.

Hal yang lebih penting adalah menghormati keinginan orang yang berduka dengan mengirim bunga dan uang duka, jika itu yang dibutuhkan.

Singkatnya, kehilangan adalah bagian dari kehidupan, begitu juga dengan mengungkapkan belasungkawa kepada mereka yang sedang melalui prosesnya. Saat kamu melakukannya, menggabungkan emosi diri sendiri dan orang tersebut akan memberikan kenyamanan terbesar. (aru)

Baca juga:

Tidak Sulit untuk Sampaikan Rasa Sayang ke Orang Tua

#Relasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Cegah Modus Love Scamming, Kenali Ciri-cirinya
Love scamming merupakan jenis kejahatan digital yang ramai terjadi sejak 2017.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Juni 2025
Cegah Modus Love Scamming, Kenali Ciri-cirinya
Fun
Kamu Clingy ke Pasangan? Bisa Jadi Itu Tanda Insecure dan Takut Ditinggalkan
Istilah clingy sering ditujukan kepada seseorang yang punya kemelekatan berlebih pada pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Februari 2025
Kamu Clingy ke Pasangan? Bisa Jadi Itu Tanda Insecure dan Takut Ditinggalkan
Fun
Jangan Coba-Coba FWB, Risiko Negatif Membayangi
FWB banyak dilakukan di kalangan anak muda yang tidak mau pusing dengan drama cinta konvensional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Desember 2024
Jangan Coba-Coba FWB, Risiko Negatif Membayangi
Fun
Si Doi Sungguh Cinta atau Sekadar Breadcrumbing? Ketahui Makna dan Tanda-tandanya
Breadcrumbing merupakan istilah populer baru dalam percintaaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 27 Desember 2024
Si Doi Sungguh Cinta atau Sekadar Breadcrumbing? Ketahui Makna dan Tanda-tandanya
Fun
Tips Pertemanan Langgeng, Perlu Adanya 'Ekuitas Persahabatan'
Dalam pertemanan isu kesetaraan tidak terlalu banyak menjadi perhatian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Desember 2024
Tips Pertemanan Langgeng, Perlu Adanya 'Ekuitas Persahabatan'
Fun
Pasangan Posesif Bikin Hubungan Jadi Toksik, Begini 5 Cara Menghadapinya
Waspada hubungan toksik akibat pasangan posesif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Desember 2024
Pasangan Posesif Bikin Hubungan Jadi Toksik, Begini 5 Cara Menghadapinya
Fun
Kena Silent Treatment Sama Pasangan? Ini yang Harus Kamu Lakukan
Silent treatment bisa membuat frustasi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 November 2024
Kena Silent Treatment Sama Pasangan? Ini yang Harus Kamu Lakukan
Fun
Punya Trust Issue dengan Pasangan, Begini Cara Menanganinya
Trust issue dalam hubungan bisa diatasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 November 2024
Punya Trust Issue dengan Pasangan, Begini Cara Menanganinya
Fun
Segera Tinggalkan! Ini 5 Tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan Toxic
Hubungan toxic berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan emosional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 November 2024
Segera Tinggalkan! Ini 5 Tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan Toxic
Fun
Ini 5 Tanda Kamu Punya Chemistry Baik dengan Pasangan
Chemistry penting dalam sebuah hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 November 2024
Ini 5 Tanda Kamu Punya Chemistry Baik dengan Pasangan
Bagikan