Basarnas Terus Berupaya Mencari Pastor yang Hilang
Ilustrasi. (Humas BNPB)
MerahPutih.com - Tim pencari dan penyelamat Basarnas Masumere, Nusa Tenggara Timur, terus berupaya mencari Pastor Yohanes Martianus Rada (32) yang hilang di pantai Wairi'i, Desa Kolisia, Kecamatan Magependa, Kabupaten Sikka.
"Kita masih melakukan pencarian terhadap korban. Berbagai upaya akan kita lakukan untuk menemukan korban yang dilaporkan hilang saat pergi mandi ke pantai Wairi'i," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere I Putu Sudayana seperti dikutip dari Antara ke Maumere, Minggu (24/12).
Pastor Yohanes Martianus Rada dilaporkan hilang sejak Selasa (19/12) ketika pergi melakukan terapi penyembuhan penyakit kulit di pantai Wairi'i, Desa Kolisia, Kecamatan Magependa, sekitar 15 km dari Kota Maumere.
Pantai Wairi'i selama ini menjadi salah satu lokasi wisata bagi warga Kabupaten Sikka.
Ia mengatakan, proses pencarian terhadap Pastor Yohanes Martinaus Rada dalam kordinasi Basarnas Maumere dengan melibatkan tim SAR Lanal Maumere, Kepolisian, TNI AD, pemerintah Kabupaten Sikka.
Proses pencarian dilakukan Basarnas telah memasuki hari keempat, tetapi belum berhasil menemukan korban.
Ia menambahkan, proses pencarian terhadap korban dengan melakukan penyelaman dilokasi tempat korban mandi serta melakukan pencarian dilakukan tim SAR dengan melakukan penyisiran disepanjang pantai Waii'ri.
"Kita sudah memperluas area pencarian terhadap korban namun upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil. Belum ada tanda-tanda korban asal Kabupaten Ende itu ditemukan," tegas Putu.
Ia mengatakan, proses pencarian korban juga terkendala hujan lebat serta angin kencang yang terus terjadi di lokasi pencarian, sehingga memperlambat upaya pencarian terhadap pastor yang berkarya di biara Karmel, Nita, Maumere.
"Selama empat hari kita melakukan operasi pencarian terhadap korban hingga saat ini masih nihil, area pencarian sudah kita perluas dan melakukan penyelaman sudah kita laksanakan dibeberapa titik yang dicurigasi namun masih kihin. Kami masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Dasar Jurang, Jasadnya Tidak Utuh
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Pencarian Korban Hilang Akibat Banjir di Aceh Dihentikan, 31 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan
Viral Ibu Korban Banjir Ngamuk ke Tim SAR, Deputi Basarnas Maklum Situasi Bikin Orang Susah Berpikir Sehat
Basarnas Masifkan Operasi Pencarian dan Pertolongan Korban Banjir di Sumatera Utara