Banyaknya Lulusan SMA Jadi Tukang Ojek Bukti Program Ekonomi Jokowi Gagal
Calon Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan terhadap relawan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: Facebook/Prabowo Subianto
Merahputih.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menegaskkan keprihatinan Prabowo Subianto melihat generasi muda Indonesia menjadi tukang ojek setelah lulus dari SMA dan kuliah adalah sebuah fakta.
"Soal tukang ojek online dan driver online memang faktanya banyak di isi oleh tenaga kerja yang berpendidikan SMA dan S1," ujar Arief, jumat (23/11).
"Ini saya kasih pencerahan bagi kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang mengeluh dan merasa ucapan Prabowo itu kontroversi," sambungnya.
Menurut Arief, apa yang diucapkan Prabowo merupakan bentuk kegagalan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi.
Menurutnya, sekitar 40 persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal yang tidak aman karena tak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan dan tidak mendapatkan penghasilan tetap berupa gaji bulanan. Sebut saja sebagai pengemudi ojek, driver online dan lain-lain.
"Jadi ya ini terbukti kalau program ekonomi Joko Widodo gagal menyerap angkatan kerja yang memiliki skill dan berpendidikan SMA dan S1," terang Arief.
Sehingga, Arif menegaskan bahwa apa yang disampaikan Prabowo bukan sekedar kontroversial namun sebuah kenyataan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
"Prabowo bicara bukan kontroversi, tapi fakta," jelasnya. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif