Bank DKI Beri Santunan 55 Karyawan RSUD Tarakan Korban Tsunami

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 27 Desember 2018
Bank DKI Beri Santunan 55 Karyawan RSUD Tarakan Korban Tsunami

Direktur Utama Bank DKI, Wahyu Widodo memberikan santunan secara simbolis kepada Koperasi RSUD Tarakan (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank DKI menyerahkan santunan untuk karyawan koperasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang menjadi korban Tsunami di selat sunda, Sabtu (22/12) lalu.

Direktur Utama Bank DKI, Wahyu Widodo mengatakan, santunan kepada karyawan RS Tarakan itu merupakan bentuk rasa empati kepada para korban yang tertimpa musibah.

Adapun santunan yang diberikan Bank DKI sebesar Rp 286.500.000 diperuntukan 55 korban Tsunami yang terdiri dari 27 korban meninggal dan 28 korban luka-luka.

"Kami berusaha untuk bisa membantu dalam bentuk apa yang bisa kami bantu. Jangan dilihat jumlahnya, tapi sebagai rasa empati dari kami sebagai sesama bagian dari Pemda DKI," ujar Wahyu di RSUD Tarakan, Kamis (27/12).

27 korban meninggal dunia diberikan santunan masing-masing sebesar Rp 7.500.000, sementara untuk korban luka-luka diberikan bantuan sebesar Rp 3.000.000 per orang.

"Baru terupdate jumlah korban yang meninggal tercatat di kami ada 26 (korban), tapi ternyata malah 27, jadi teman-teman dari Bank DKI menyampaikan bantuan empati untuk keluarga korban kurang lebih (total) sebesar Rp 286,5 juta," kata Wahyu.

Bank DKI
Bank DKI (Foto: Ist)

Dirut RSUD Tarakan Dian Ekawati mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan Bank DKI. Ia pun mengungkapkan ada sekitar 80 karyawannya yang tengah mengikuti acara gathering di pantai Carita, Banten Sabtu (22/12) lalu.

Dian pun mengaku mendapat kabar duka itu dari salah satu karyawannya yang mengirim sebuah video melalui pesan elektronik. "Karyawan melaporkannya dalam bentuk video mengenai gelombang air laut. Tapi setelah itu, ketika akan dihubungi kembali sudah tidak bisa," tutur Dian.

Ia memperkirakan, Tsunami terjadi pukul 21.27 WIB. Namun dirinya baru mendapat kabar resmi pada subuh di hari berikutnya. "Baru kurang lebih subuh-subuh, itu baru kami dari manajemen terinformasi bahwa keluarga karyawan koperasi RSUD Tarakan mendapat musibah yaitu bencana Tsunami yang melanda pada malam itu," pungkasnya. (Asp)

#Tsunami Selat Sunda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Ragu mau nyeberang ke Sumatra atau Jawa hari ini? Cek dulu info penyeberangan Selat Sunda terbaru. BMKG pastikan rute aman dari potensi tsunami, meski ada abu vulkanik
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Lifestyle
Megathrust Selat Sunda: Bukan Hanya Tsunami, Gempa Bisa Hancurkan Struktur Bangunan
Ancaman Megathrust di Indonesia semakin menjadi perhatian sejak 2024. Baru-baru ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis penelitian terbaru yang mengungkapkan potensi Megathrust di wilayah Indonesia
ImanK - Minggu, 05 Januari 2025
Megathrust Selat Sunda: Bukan Hanya Tsunami, Gempa Bisa Hancurkan Struktur Bangunan
Bagikan