Banjir di Lampung Rendam Ribuan Rumah dan Sebabkan 9.353 Keluarga Terdampak, Pemerintah Respons Cepat

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Senin, 24 Februari 2025
Banjir di Lampung Rendam Ribuan Rumah dan Sebabkan 9.353 Keluarga Terdampak, Pemerintah Respons Cepat

Ilustrasi cuaca hujan petir. (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya respon cepat dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menghadapi banjir yang melanda wilayahnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah dan perwakilan pemerintah kota, termasuk sekretaris daerah dan BPBD mengenai banjir," ujar Jihan Nurlela dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Minggu.

Bencana banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak Jumat (21/2) hingga Sabtu (22/2) dini hari, menyebabkan 23 lokasi terdampak.

"Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (22/2) dini hari menyebabkan ribuan rumah tergenang air. Hingga kini, tercatat 9.353 KK terdampak dan satu korban jiwa meninggal dunia akibat bencana ini," sebut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam rilis resminya (24/2).

Banjir merendam 14 kecamatan di Bandar Lampung, termasuk Kedamaian dan Tanjung Karang Barat. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan merendam fasilitas umum.

Baca juga:

Waspada Potensi Banjir Rob di 17 Wilayah Indonesia pada 24 Februari sampai 5 Maret, Ini Pemicunya

Jihan menekankan bahwa tanggap darurat akan segera ditingkatkan agar penanganan lebih optimal. Setelah meninjau langsung beberapa lokasi terdampak banjir di Kota Bandarlampung, ia mengadakan rapat koordinasi dengan semua pihak terkait.

“Semua pihak sudah hadir dalam rapat koordinasi dan kami akan segera bergerak untuk mengatasi permasalahan banjir secara komprehensif,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, di bawah arahan Jihan, telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan drainase.

"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memastikan langkah penanganan banjir berjalan efektif, tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga dalam upaya pencegahan jangka panjang bagi masyarakat terdampak," tambahnya.

BPBD Kota Bandar Lampung bersama pihak terkait telah melakukan evakuasi warga dan distribusi bantuan darurat.

Hingga Minggu (23/2) pukul 19.00 WIB, beberapa wilayah seperti Pematang Wangi dan Way Kandis masih terendam air.

Selain itu, Kabupaten Lampung Selatan juga mengalami banjir dengan 403 rumah warga terdampak di empat kecamatan. (dru)

Baca juga:

Peringatan Dini Banjir Rob di 17 Wilayah Pesisir Indonesia dan Tanggal-tanggalnya

#Banjir #Bandar Lampung #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Dunia
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Bencana banjir parah terjang 23 provinsi di Thailand, tewaskan 19 orang dan berdampak pada 700 ribu warga Bangkok. Pemerintah tetapkan libur khusus!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Indonesia
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter dan ancaman banjir rob di 10 provinsi mulai Sumatra, Jawa, hingga NTB. Cek daftar wilayahnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Cek peringatan dini BMKG hari ini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca di berbagai kota besar. Waspada ancaman cuaca ekstrem dan pelajari respons tsunami di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Mau bepergian? Cek dulu prakiraan cuaca 16-17 September 2026 dari BMKG. Simak daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Indonesia
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Beberapa daerah bahkan perlu mewaspadai angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan perubahan cuaca.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Dunia
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Terjadi persis seperti yang telah diperkirakan para ilmuwan sejak puluhan tahun lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Bagikan