Merahputih.com - Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara memastikan banjir di wilayahnya sudah surut semua. Saat ini pihaknya fokus memenuhi kebutuhan logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir.
"Total ada tiga tempat pengusian dari 450 warga yang terdampak. Sebagian ditampung di Rusun Karet Tengsin. Kami lakukan pembersihan karena mulai surut. Kami pastikan kesehatan masyarakat terjamin," kata Bayu di Rusun Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1).
Bayu mengatakan, semua pengungsi mayoritas masih bertahan seraya membersihkan rumahnya. Mereka kini sebagian masih menghuni tempat ruang publik. "Di Karet Tengsin ada tiga ya, di RPTRA, masjid, di rusun ini," jelas Bayu.
Baca Juga:
Menkes ke Pengungsi Korban Banjir Cipinang Melayu: Sehat-sehat Ya
Ia memastikan, tak ada fasilitas publik di Jakarta Pusat yang rusak akibat banjir. Hanya debu-debu sisa banjir dan kotoran saja yang tersisa.
"Umumnya gak ada ya. Hanya kebersihan saja yang kami perhatikan. Seperti karena debu, kotoran. Kayak di menteng, kramat raya dan gunung sahari," terang Bayu.
Bayu menambahkan, dari Pemkot Jakarta Pusat, ada 125 orang yang diterjunkan membersihkan dan melakukan evakuasi saat banjir.
"Mulai dari PPSU 50 orang. Lalu temen temen satpol PP daj kebersihan. Dari Polri 2 SSK dan TNI 1 SSK. Ya mungkin ada 350 orang," jelas Bayu.
Sementara itu, Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan, 300 personel TNI dikerahkan membantu warga yang terkena banjir. Mereka disiagakan dari hari pertama banjir sampai selesai.
"Semua personel dikerahkan sejak hari pertama banjir. Bantuan sudah diberikan seperti obat-obatan dan logistik lainnya. Kami memang tak ada kegiatan seremonial karena mengedepankan kerja nyata untuk membantu masyarakat," kata Wahyu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, mengingat banyak rumah yang ditinggali warga, Polisi dimaksimalkan untuk menjaga rumah-rumah yang kosong untuk mengantisipasi gangguan kejahatan.
"Sistem pengamanan kami apabila warga mengungsi. Kring serse kami bergerak. Titik-titik yang kira-kira warga meninggalkan rumah akan tetap jaga. Kalau airnya tinggi, kami gunakan perahu karet untuk berpatroli," jelas Heru Novianto.
Baca Juga:
Dokumen Penting Kena Banjir? ANRI Beri Layanan Restorasi Arsip Gratis
Di setiap Polsek sendiri sudah disiapkan Posko untuk memantau adanya ancaman kejahatan yang kemungkinan terjadi.
"Intinya kami maksimalkan personelnya. ada sekitar 1.500 personel kami kerahkan. Ini prioritas kami menyalamatkan warga yang terjebak atau yang lainnya," terang Heru.
Heru memastikan sampai saat ini belum ada laporan kejahatan warga. "Kami chek dengan Kapolsek seperti pencurian belum ada. Kring serse kami muter terus untuk membantu warga," ungkap Heru. (Knu)