Banjir Cengkareng, 11 Ribu Warga Mengungsi

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Rabu, 11 Februari 2015
Banjir Cengkareng, 11 Ribu Warga Mengungsi

Ilustrasi Foto: Sejumlah warga mengungsi di Stadion Tugu, Jakarta, Rabu (11/2) (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Banjir yang melanda ibukota menyebabkan ribuan orang mengungsi. Sebanyak 11.000 penduduk di kawasan Jakarta Barat terpaksa harus mengungsi akibat genangan air yang melanda wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jakarta Barat Muhammad Zen mengatakan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi di ibukota menyebabkan banyak genangan air. Akibatnya, ribuan warga harus pergi meninggalkan rumah untuk mengungsi. Menurutnya, dari 52 kelurahan di Jakarta Barat, sebanyak 32 kelurahan terendam banjir. Ketingian air sendiri mulai dari 30 sentimeter, 50 sentimeter, bahkan di beberapa kawasan tertentu ketinggian air bisa mencapai 1 meter lebih.

BACA JUGA: Imbas Banjir, BNPB: 5.986 Warga DKI Jakarta Mengungsi

"Wilayah yang terparah di Rawabuaya, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat dan Kalideres," katanya di sela-sela mendampingi kunjungan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (11/2).

Lebih lanjut Zen menambahkan pihaknya juga sudah mendirikan berbagai fasilitas umum di posko pengungsian. Di posko tersebut juga disiagakan tim medis. Sementara bagi bayi dan balita sudah diungsikan ke Puskemsas kecamatan dengan tujuan menjaga kesehatan.

"Sampai saat ini kebutuhan makanan mereka kita kirim dari dapur umum," tandasnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan merahputih.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, akibat banjir sejumlah 5.986 warga DKI Jakarta mengungsi di 14 lokasi pengungsian.

BACA JUGA: Banjir, Warga Kelapa Gading Gunakan Delman sebagai Alat Transportasi

"Total daerah yang terendam 307 Rukun Warga (RW), 97 Kelurahan dan 33 Kecamatan. Kemudian 4.830 kepala keluarga atau 15.417 jiwa penduduk kena dampak banjir," kata Sutopo dalam siaran persnya kepada redaksi, Selasa (10/2).

Ia melanjutkan dari jumlah keseluruhan tersebut tersebar di Jakarta Barat meliputi 108 RW, 23 kelurahan, 8 kecamatan dengan penduduk terdampak 2.738 KK (8.237 jiwa). Pengungsi ada 1.668 jiwa di 2 titik pengungsian. Di Jakarta Pusat, wilayah yang terendam banjir 11 RW, 8 kelurahan dan 6 kecamatan. Tidak ada pengungsi.

Di Jakarta Selatan wilayah yang terdampak 38 RW, 21 kelurahan, 7 kecamatan dengan penduduk terdampak 2.092 KK ( 7.280 jiwa). Sedangkan di Jakarta Timur ada 60 RW, 27 kelurahan, 7 kecamatan dengan pengungsi 1.800 jiwa di 6 titik pengungsian. Di Jakarta Utara wilayah yang terendam banjir 89 RW, 18 kelurahan, 5 kecamatan dengan pengungsi 2.518 jiwa di 6 titik. (bhd)

#Banjir Jakarta #Korban Banjir #Pengungsi Banjir
Bagikan
Ditulis Oleh

Adinda Nurrizki

Berita Terkait

Indonesia
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Curah hujan di Jakarta mencapai 267 milimeter per hari. Gubernur Pramono Anung menyebut kondisi ini jarang terjadi dan memicu banjir di sejumlah wilayah.
Ananda Dimas Prasetya - 38 menit lalu
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Indonesia
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Pemprov DKI Jakarta akan menormalisasi Kali Cakung Lama sepanjang 2 km untuk mengatasi banjir di Kelapa Gading, Cilincing, hingga Koja.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 20 menit lalu
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Indonesia
Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam
Banjir meluas di Jakarta akibat hujan lebat dan luapan sungai. BPBD mencatat 143 RT dan 16 ruas jalan tergenang, ketinggian air hingga 120 cm.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 39 menit lalu
Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam
Indonesia
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Cuaca ekstrem melanda Jakarta. Pemprov DKI menerapkan WFH bagi ASN dan pegawai swasta hingga 28 Januari 2026. Ini aturan lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 28 menit lalu
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Indonesia
Pemprov DKI Andalkan Saringan TB Simatupang jadi Filter Raksasa Hadang Sampah Masuk Jakarta
SSTBS diposisikan sebagai garda terdepan untuk memastikan plastik, kayu, dan limbah padat lainnya tidak melenggang bebas ke saluran air Jakarta
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 31 menit lalu
Pemprov DKI Andalkan Saringan TB Simatupang jadi Filter Raksasa Hadang Sampah Masuk Jakarta
Indonesia
Modifikasi Cuaca Jangan Cuma Fokus di Jakarta, Daerah Kiri-kanannya Juga Dong
Gubernur Jakarta Pramono Anung meminta agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga diperluas ke daerah penyangga
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Modifikasi Cuaca Jangan Cuma Fokus di Jakarta, Daerah Kiri-kanannya Juga Dong
Indonesia
TransJakarta Hentikan Layanan Rute Grogol & Jakut Akibat Banjir, Jalur Sibuk Blok M Dialihkan
TransJakarta terpaksa menghentikan sementara sejumlah rute bus dan Mikrotrans di beberapa area akibat banjir dan genangan yang terjadi sejak Jumat (23/1) pagi.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
TransJakarta Hentikan Layanan Rute Grogol & Jakut Akibat Banjir, Jalur Sibuk Blok M Dialihkan
Indonesia
Air Kirim Dari Ciliwung Rendam Kawasan Kebon Pala Jakarta Sampai 130 Cm
Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Air Kirim Dari Ciliwung Rendam Kawasan Kebon Pala Jakarta Sampai 130 Cm
Indonesia
Modifikasi Cuaca Jakarta Jumat Pagi, Kalsium Oksida Ditebar Sasar Langit Bogor
BPBD DKI Jakarta lakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan 800 kg Kalsium Oksida di langit Bogor untuk antisipasi hujan lebat dan banjir.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Modifikasi Cuaca Jakarta Jumat Pagi, Kalsium Oksida Ditebar Sasar Langit Bogor
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Sebagai upaya menekan kemacetan di Jakarta, Pramono pun mengerahkan seluruh jajarannya untuk bersama-sama menangani hal itu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Bagikan