Bandara Soetta Perlu Pusat Layanan Kargo Khusus E-commerce

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 08 Desember 2022
Bandara Soetta Perlu Pusat Layanan Kargo Khusus E-commerce

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju terminal keberangkatan di Bandara Soekarno-Hattai, Banten, Rabu (31/8/2022). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perkembangan jual beli di platform digital atau belanja online tengah menjadi tren di masyarakat.

Bisnis e-commerce di Indonesia meningkat tajam sejak pandemi melanda atau awal tahun 2020. Sektor e-commerce ini tumbuh sekitar 33 persen di tahun 2020 dengan nilai yang fantastis di kisaran Rp 253 triliun menanjak pesat menjadi di kisaran Rp 337 triliun. Hal ini berdasarkan laporan dari Google, Temasek, dan Bain Company pada Oktober 2020.

Baca Juga

Mesin Kiri Terbakar, Pesawat Lion Air Putar Balik ke Bandara Soetta

Menyikapi hal tersebut, Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Aseperindo) Trian Yuserna mengatakan Bandara Soekarno-Hatta memerlukan pergudangan kargo khusus untuk e-commerce.

Nantinya, Bandara Soetta menjadi hub pergudangan kargo untuk e-commerce di kawasan Asia Tenggara, di mana saat ini hub tersebut ada di negara lain.

"Kalau pengiriman e-commerce itu ada hub Asia Tenggara. Kita sempat diskusi supaya ada pusat layanan berikat e-commerce di Bandara Soekarno-Hatta sehingga ada proses additional value, sehingga bisa pengiriman dari Asean itu dikumpulkan di Jakarta, di pusat berikat e-commerce tersebut," kata Trian di Jakarta, Kamis (8/12).

Sementara itu, PT Angkasa Pura II (Persero) menyampaikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan melayani penumpang mencapai sekitar 80 juta penumpang pada 2030 dan terus tumbuh hingga pada 2035 mencapai 100 juta penumpang.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengungkapkan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat penting dan perlu dilakukan lebih masif guna menjaga dan meningkatkan daya saing bandara terbesar di Indonesia ini di tingkat global.

“Ada satu prognosa, pada 2030 penumpang Bandara Soekarno-Hatta bisa mendekati 80 juta penumpang, dan pada 2035 menembus 100 juta penumpang,” tuturnya.

Awaluddin menyampaikan, AP II telah memiliki rencana pengembangan kapasitas (capacity planning) guna mengantisipasi backlog baik untuk sektor angkutan penumpang maupun kargo di Bandara Soekarno-Hatta, di antaranya pembangunan Terminal 4 dan Cargo Village.

Baca Juga

Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Bandara Soetta Perketat Pengawasan

Ia mengatakan Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang terbesar di Indonesia dengan kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang. Sedangkan Terminal 1 dan 2 juga akan direvitalisasi menjadi total kapasitas sampai dengan 45 juta penumpang.

Sementara, revitalisasi Terminal 3 berpotensi meningkatkan kapasitas menjadi 35 juta penumpang, sehingga nantinya Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kapasitas total lebih dari 100 juta penumpang.

“Kita lihat dengan kondisi yang ada, jika keputusan kita tidak cepat dalam membangun Terminal 4 maka akan menjadi isu. Level of service akan turun, image dan reputasi bandara akan turun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan AP II juga akan membangun kawasan Cargo Village yang salah satunya untuk mengakomodasi sektor e-commerce.

“Tahun depan ekspansi Cargo Village, paling lambat akhir 2024 atau awal 2025 kita punya Cargo Village yang memiliki kapasitas 1,5 juta ton - 2,2 juta ton per tahun atau jauh lebih banyak dibandingkan dengan Terminal Kargo eksisting dengan kapasitas sekitar 600.000 ton per tahun,” katanya.

Ia mengatakan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta juga harus mencakup aksesibilitas. Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi kota mandiri atau aerocity yang lengkap pada 10-20 tahun ke depan dan akan menjadi destination point, di mana juga akan memunculkan isu aksesibilitas.

"Saat ini saja komunitas pekerja di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 50.000 - 60.000 per hari ditambah dengan penumpang yang sebelum pandemi mencapai 160.000 - 190.000 per hari. Denyut nadi kehidupan tidak berhenti di Bandara Soekarno-Hatta," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Penumpang Mabuk Serang Pramugara, Turkish Airlines Terlambat Tiba di Bandara Soetta

#Bandara Soekarno-Hatta #E-commerce Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Penerapan Pajak Perdagangan Elektronik Mulai 1 Oktober 2026 Bisa Bikin Harga Barang Dinaikkan
Penerapan pajak perdagangan elektronik berpotensi mendorong penyesuaian harga di tingkat konsumen karena tambahan komponen pajak dapat menjadi biaya operasional bagi pedagang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Penerapan Pajak Perdagangan Elektronik Mulai 1 Oktober 2026 Bisa Bikin Harga Barang Dinaikkan
Indonesia
Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Soetta, Operasional Penerbangan Tak Terganggu
Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan sekitar Bandara Soetta, Tangerang. Asap hitam membubung, namun operasional penerbangan tetap normal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Soetta, Operasional Penerbangan Tak Terganggu
Indonesia
Bandara Soetta, Halim dan Husein Sudah Dibuka, Kapasitas Aprov Diatur Bertahap
Pengaturan arus penerbangan pada fase awal pemulihan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Bandara Soetta, Halim dan Husein Sudah Dibuka, Kapasitas Aprov Diatur Bertahap
Indonesia
Hari Ini, Penerbangan Bandara Soekarno Hatta dan Halim Sudah Dibuka Lagi
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat abu vulkanik Anak Krakatau, dengan skema ATFM
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Hari Ini, Penerbangan Bandara Soekarno Hatta dan Halim Sudah Dibuka Lagi
Indonesia
Abu Vulkanik Tak Terdeteksi di Sejumlah Bandara, Operasional Soetta Masih Ditutup
Hasil paper test di sejumlah bandara negatif abu vulkanik. Kemenhub tetap menunggu advisory VAAC Darwin dan memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanik Tak Terdeteksi di Sejumlah Bandara, Operasional Soetta Masih Ditutup
Indonesia
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Ratusan penerbangan ditunda di Bandara Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hari ini. Cek status penerbanganmu, info bus gratis, dan kompensasinya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim kembali ditutup pada Senin (7/9). Penutupan dilakukan hingga 18.00 WIB.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Sementara, Diperpanjang hingga 18.00 WIB
Indonesia
Pagi Ini, Bandara Soetta Masih Ditutup
Hasil pemantauan menunjukkan arah angin berubah dari semula mengarah ke barat menjadi bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Pagi Ini, Bandara Soetta Masih Ditutup
Indonesia
Banyak Penerbangan Delay Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Dapat Layanan Kesehatan
Sejumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta mendapat pemeriksaan kesehatan, masker, vitamin, makanan dan minuman di tengah delay penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Banyak Penerbangan Delay Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Dapat Layanan Kesehatan
Indonesia
Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang Lagi hingga 17.30 WIB, Ini Dampaknya
Penghentian sementara operasional Bandara Soetta berdampak pada 301 jadwal penerbangan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang Lagi hingga 17.30 WIB, Ini Dampaknya
Bagikan