Otomotif

Bakteri Bisa Jadi Jawaban dalam Revolusi EV

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 28 November 2023
Bakteri Bisa Jadi Jawaban dalam Revolusi EV

Modfikasi genetika bakteri dapat bantu revolusi kendaraan listrik.(foto:mika-baumeister_unsplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WALAUPUN telah terjadi kemajuan yang signifikan dalam teknologi baterai untuk kendaraan listrik (EV), masih ada perdebatan besar mengenai jejak karbon sebenarnya dari EV. Selain itu, baterai juga menjadi komponen kunci dalam mengatasi tantangan pengisian daya EV dan memengaruhi kecemasan terkait dengan jarak tempuh yang merupakan salah satu keterbatasan utama yang dihadapi banyak pemilik EV saat ini.

Dari kendaraan hibrida hingga mesin bertenaga hidrogen, tidak mengherankan jika para ilmuwan terus mencari cara baru untuk meningkatkan desain mesin yang ramah lingkungan, terutama dalam konteks baterai. Suatu penemuan baru-baru ini mungkin telah membuka pintu untuk hubungan yang mengejutkan antara bakteri dan masa depan teknologi kendaraan listrik (EV).

BACA JUGA:

Masyarakat Lebih Minati Kendaraan Listrik Murah

Menurut laporan Slashgear, pada November 2023, Institution of Mechanical Engineers membagikan informasi tentang bagaimana tim ilmuwan bioteknologi berkelanjutan dari Universitas Edinburgh, yang dipimpin oleh Profesor Louise Horsfall, mengeksplorasi konsep penggunaan bakteri yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mendaur ulang logam berharga dari baterai EV lithium-ion.

mobil listrik
Jarak tempuh saat ini menjadi permsalahan mobil listrik.(foto: markus-spiske_unsplash)

Proses daur ulang berbasis biologi itu melibatkan penambahan bakteri hasil rekayasa genetika dari Edinburgh Genome Foundry ke dalam fermentor yang berisi lindi baterai sehingga memicu reaksi biologis alami. "Larutan ini akan menghasilkan partikel senyawa logam berukuran nano yang kemudian dapat disaring dan dipulihkan untuk digunakan kembali," klaim para peneliti.

Sampai saat ini, peneliti masih menjalani serangkaian uji coba pada baterai kendaraan listrik Nissan Leaf yang telah digunakan sebelumnya. Jika uji coba ini sukses, penemuannya dapat memiliki dampak signifikan bagi industri kendaraan listrik secara menyeluruh.

Menurut EPEC, lithium-ion dianggap sebagai jenis baterai yang paling mahal untuk diproduksi. Meskipun begitu, lithium-ion tetap menjadi jenis baterai utama yang digunakan dalam kendaraan listrik. Clean Energy Institute mengungkap baterai lithium-ion dianggap memiliki potensi paling besar untuk digunakan dalam kendaraan listrik karena memiliki kepadatan energi yang tinggi dan masa pakai yang relatif panjang.

BACA JUGA:

Dampak Ekonomi Berkelanjutan Atas Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Pada 2016, sebuah penelitian yang dilakukan Argonne National Laboratory menyimpulkan bahwa jejak karbon dari tahap pembuatan hingga akhir masa pakai baterai kendaraan listrik (EV) lebih tinggi jika dibandingkan dengan baterai konvensional. Namun, dengan menerapkan daur ulang logam langka secara efisien, produsen mobil listrik memiliki potensi untuk menutup siklus hidup baterai, menjadikannya elemen terakhir dalam menjawab tantangan keberlanjutan mobil listrik.

Belakangan ini, terjadi terobosan lain dalam bidang daur ulang baterai kendaraan listrik (EV). Meskipun demikian, masih ada tantangan besar dalam upaya mengambil logam dari limbah elektronik di berbagai kategori, tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik. Selain itu, dengan mengurangi ketergantungan pada pertambangan, industri manufaktur kendaraan listrik dapat menghindari berbagai praktik yang kontroversial dan merugikan yang sering terkait dengan industri pertambangan, seperti pelanggaran hak asasi manusia dan dampak lingkungan.

mobil listrik
Lithium-ion dianggap sebagai jenis baterai yang paling mahal untuk diproduksi.(foto: markus-spiske_unsplash)

Dengan hingga 40 persen biaya kendaraan listrik (EV) disebabkan baterainya, dan baterai menjadi penyebab utama di balik tingginya harga EV, potensi pengurangan biaya logam mulia juga dapat membuat EV lebih terjangkau bagi sebagian besar orang. Hal itu mengingat biaya sering kali menjadi hambatan umum yang mencegah orang untuk membeli mobil listrik. Langkah ini dapat membuka jalan bagi tingkat adopsi yang lebih cepat dan peningkatan keberadaan mobil listrik di seluruh jalan.(aqb)

BACA JUGA:

Startup Ambil Langkah Futuristik Hadapi Revolusi Kendaraan Listrik

#Otomotif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Chery Bidik Pasar Roda Dua, Siapkan Motor Listrik dan Cruiser Berteknologi AI
Chery terdaftar di dokumen MIIT China membawa motor listrik ekonomis bergaya Yamaha Vino, membuka jalan menuju ekspansi motor listrik EREV.
Yusuf Abdillah - Rabu, 21 Oktober 2026
Chery Bidik Pasar Roda Dua, Siapkan Motor Listrik dan Cruiser Berteknologi AI
Lifestyle
GIIAS Makassar 2026 Siap Guncang Indonesia Timur! Cek Jadwal, Harga Tiket dan Daftar Merek Mobilnya
GIIAS Makassar 2026 menjadi kesempatan penting bagi Gaikindo untuk mendekatkan inovasi dan teknologi otomotif terbaru kepada masyarakat Sulawesi Selatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Oktober 2026
GIIAS Makassar 2026 Siap Guncang Indonesia Timur! Cek Jadwal, Harga Tiket dan Daftar Merek Mobilnya
Tekno
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
AI memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan profesi desainer mobil.
Yusuf Abdillah - Minggu, 18 Oktober 2026
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
Fun
Kia Sorento HEV 2027: SUV Hybrid 7 Penumpang Harga Rp610 Jutaan, Intip Tiga Varian dan Fitur Andalannya
Kia Sorento HEV 2027 mengandalkan kombinasi mesin bensin turbo dan motor listrik untuk menghadirkan tenaga sekaligus efisiensi bahan bakar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Kia Sorento HEV 2027: SUV Hybrid 7 Penumpang Harga Rp610 Jutaan, Intip Tiga Varian dan Fitur Andalannya
Fun
BAIC Hadirkan Booth Diecast Raksasa di Synchronize Festival 2026, ini Penampakannya
BAIC hadirkan booth diecast raksasa di Synchronize Fest 2026. BAIC mengusung konsep diecast collectible.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
BAIC Hadirkan Booth Diecast Raksasa di Synchronize Festival 2026, ini Penampakannya
Fun
Aion UT Cross Tampil Lebih Tangguh, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Terbaru GAC
GAC memperkenalkan Aion UT Cross, hatchback listrik dengan tampilan lebih tangguh.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Aion UT Cross Tampil Lebih Tangguh, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Terbaru GAC
Fun
Danza D9 Terbaru Punya Kursi Pijat 10 Titik dan Flash Charging 9 Menit, Berapa Harganya?
BYD resmi meluncurkan Danza New D9 di Indonesia. Apa saja fitur unggulannya?
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Danza D9 Terbaru Punya Kursi Pijat 10 Titik dan Flash Charging 9 Menit, Berapa Harganya?
Fun
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik 10-97 Persen Cuma 9 Menit
BYD menghadirkan teknologi pengisian daya cepat Flash Charging yang diklaim mampu memangkas waktu pengisian baterai mobil.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik 10-97 Persen Cuma 9 Menit
Fun
BYD Racco Segera Dijual di Indonesia? Ini Spesifikasi Lengkapnya
BYD tengah mengkaji peluang memasarkan mobil listrik mungil Racco di Indonesia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
BYD Racco Segera Dijual di Indonesia? Ini Spesifikasi Lengkapnya
Fun
BYD Seagull Generasi Kedua Hadir dengan Bodi Lebih Besar, Siap Tantang Geely EX2
BYD mulai membuka pemesanan awal Seagull generasi kedua di China.
Yusuf Abdillah - Senin, 12 Oktober 2026
BYD Seagull Generasi Kedua Hadir dengan Bodi Lebih Besar, Siap Tantang Geely EX2
Bagikan