Bakar Batu, Warisan Budaya Papua yang Menguatkan Toleransi di Akhir Ramadan

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026
Bakar Batu, Warisan Budaya Papua yang Menguatkan Toleransi di Akhir Ramadan

Tradisi bakar batu di Papua.(foto:Indonesiakaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TRADISI Ramadan tak hanya dilakukan di daerah dengan mayoritas muslim. Papua juga punya tradisi Ramadan yakni bakar batu. Tradisi ini kerap dilakukan mengakhiri Ramadan.

Tradisi bakar batu menjadi agenda tahunan muslim Papua yang sudah dilakukan sejak dahulu dan turun temurun. Prosesi penting ini diikuti seluruh warga, bahkan beberapa aktivitas bakar batu turut melibatkan warga nonmuslim. Aktivitas bakar batu ini bukan cuma dimaknai sebagai makan besar, melainkan juga mempererat toleransi dan kerukunan umat beragama.

Dahulu, praktik bakar batu dilakukan mengikuti konteks momennya, seperti adanya upacara kematian, persiapan perang, perayaan pernikahan dan lahiran, menyambut tamu kehormatan, hingga perdamaian antar suku yang berkonflik. Praktik bakar batu di momen tersebut diartikan sebagai penghormatan kepada leluhur, menyatukan kebersamaan, dan menyolidkan persaudaraan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Tradisi bakar batu di akhir Ramadan masih terus eksis, dilestarikan suku di wilayah pegunungan seperti Paniai, Lanny Jaya, Yahukimo, Yalimo, dan Mimika.

Menjelang menyelenggarakan bakar batu, ada beberapa tahap persiapan yang mesti dipersiapkan. Dimulai dari persiapan lokasi. Agenda bakar batu itu merupakan cara massal sehingga diperlukan tempat yang luas, misalnya bisa di lapangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan memilih tempat lubang besar untuk pembakaran batunya. Saat menetapkan lokasi lubang perlu untuk memperhatikan arah angin dan kenyamanan masyarakat.

Baca juga:

Mengenal Upacara Perdamaian Bakar Batu Papua



Kemudian penyelenggara bakar batu juga harus menyiapkan bahan berupa batu dan kayu. Hal ini digunakan untuk memasak bahan makanan yang akan dimasak. Bahan masakan yang kerap dipersiapkan seperti daging ayam, ubi jalar, singkong, dan sayur-sayuran lainnya.

Masuk ke tahap pembakaran batu. Kayu yang sudah dikumpulkan dibakar tujuannya memanaskan bongkahan batu. Panas batu ini akan membantu mematangkan bahan makanan yang sudah dikumpulkan. Batu yang panas disusun berlapis-lapis.

Proses memasak tak boleh dilakukan asal dan sembarangan. Kalau salah, makanan bisa tidak matang dan gagal. Semuanya dimulai dari tingkat pertama berupa daun hijau, ditimpa batu panas, lalu daging atau umbi-umbian. Lalu ditimpa dengan daun lagi, lalu baru panas lagi. Tutup batu panas dengan tumpukan daun. Jangan lupa tutup dengan tanah agar panas terperangkap dan masakan di dalam matang dengan sempurna.

Ketika proses pengungkepan berlangsung sudah berjam-jam, lubang yang berisikan batu panas dan makanan sudah bisa dibuka. Semua aktivitas bakar batu dilakukan dengan bersama-sama. Sajian di dalamnya bisa dinikmati bersama.

Hal yang jauh lebih menarik dari aktivitas bakar batu ini yaitu warga nonmuslim kerap terlibat dalam kepanitian acara. Karena ini merupakan momen menyambut Idul Fitri, pihak yang menjalankan iurannya ialah nonmuslim. Sebaliknya, jika bakar batu menyambut hari besar keagamaan lainnya, umat Islam yang menarik iuran.(Tka)

Baca juga:

Arti Upacara Bakar Batu Bagi Orang Papua




#Iqra #Tradisi #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga Paket Cek Kesehatan dan Vaksin Haji 2027, Kemenkes Patok Paling Mahal Rp 2,15 Juta
Kemenkes usulkan batas tarif MCU dan vaksinasi haji 2027 maksimal Rp 2,15 juta. SEB 3 Kementerian resmi terbit untuk berantas calo porsi haji!
Wisnu Cipto - Senin, 12 Oktober 2026
Harga Paket Cek Kesehatan dan Vaksin Haji 2027, Kemenkes Patok Paling Mahal Rp 2,15 Juta
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Ratusan Jamaah Terlantar, Kemenhaj Blokir Travel Umrah PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo
Kementerian Haji dan Umrah resmi memblokir akses SISKOPATUH PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo akibat penelantaran ratusan jamaah umrah di Indonesia dan Arab Saudi.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Ratusan Jamaah Terlantar, Kemenhaj Blokir Travel Umrah PT JGroup dan Annisa Ahmada Travelindo
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan