Kecantikan

Bahan-Bahan Esensial untuk Eye Cream Terbaik

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 Januari 2021
Bahan-Bahan Esensial untuk Eye Cream Terbaik

Temukan kandungan yang tepat untuk kebutuhanmu.(Foto:123RF/hbrhs)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA alasan kulit di sekitar mata cenderung terlihat lebih tua terlebih dahulu. Area halus tersebut sensitif terhadap peregangan dan kendur sehingga lebih cepat menua ketimbang bagian lain dari wajahmu. Jadilah sekitarnya muncul kerutan.

Jadi, jika menjaga keremajaan kulit itu penting bagimu, penting pula untuk menggunakan eye cream setiap hari. Masalahnya, ada ribuan pilihan yang tersedia, dan mungkin sulit untuk mengetahui apa yang harus dicari di daftar bahan kandungannya. Meskipun kamu tahu apa yang harus dicari, menentukan bahan yang fungsinya sesuai dengan kebutuhanmu bisa melelahkan.

BACA JUGA:

Pori-Pori Besar Mudah Dihilangkan

Cek apakah eye cream yang kamu pakai mengandung bahan-bahan yang direkomendasikan dermatolog. Jika iya, krim itu mampu meminimalkan garis halus dan kerutan, melawan kantung mata, dan mengurangi lingkaran hitam.

Apa yang membuat eye cream bisa efektif mencegah penuaan dini? Tara Rao, MD, seorang dokter kulit di Schweiger Dermatology Group dan Joshua Zeichner, MD, seorang dokter kulit di Rumah Sakit Mount Sinai, menyebutkan beberapa bahan utama yang harus dicari terlepas dari jenis atau warna kulitmu. Berikut rangkumannya seperti diberitakan Prevention.com, (22/1).

1. Asam hialuronat

mata
Membantu melembapkan kulit.(Foto: 123RF/Shao-Chun Wang)


Ditemukan secara alami di kulit, asam hialuronat menarik air, yang membantu melembapkan dan mengencangkan kulit. Sering kali, kerutan di bawah mata adalah akibat dari kekeringan, demikian menurut Dr. Rao. Selain itu, asam hialuronat dipelajari dengan baik dan terbukti membantu mengurangi tanda-tanda penuaan.

2. Peptida

KRIM MATA
Mengurangi kerutan. (foto: 123RF/Roman Samborskyi)


Copper peptides, polypeptides, dan oligopeptides dipercaya dapat menembus kulit dan membantu membangun asam hialuronat dan kolagen. Protein struktural ini menahan sel dan jaringan bersama-sama seperti lem, untuk mengurangi tampilan kerutan.

3. Retinol


Turunan vitamin A ini merangsang produksi kolagen dan meningkatkan pergantian sel untuk membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Karena kulit di bawah mata sangat sensitif, para dokter kulit tersebut merekomendasikan produk dengan konsentrasi retinol yang relatif rendah.

4. Sunscreen
“Bahan ini tidak perlu diragukan lagi,” kata Dr. Rao. Tanpa perlindungan yang tepat, sinar UV memecah kolagen dan dapat menuakan kulitmu. Sayangnya, SPF sulit ditemukan dalam eye cream, jadi lengkapi dengan tabir surya wajah jika perlu.

5. Antioksidan
Vitamin C dan E, asam ferulic, dan ekstrak berry membantu mengurangi stres oksidatif akibat sinar UV atau polutan, demikian penjelasan dari Dr. Rao. Antioksidan juga memperbaiki tampilan garis halus dan kerutan.

Setelah berhasil menemukan eye cream penangkal kerutan yang efektif, kamu harus benar-benar menggunakannya. Konsistensi adalah kuncinya, dan caramu mengaplikasikan krim dapat membuat perbedaan dalam seberapa baik kerjanya. Produk seukuran kacang polong seharusnya cukup untuk kedua mata.

Gunakan jari manis atau kelingkingmu untuk mengoleskan krim mata untuk memastikan tekanan yang digunakan ringan. Jangan menarik kulit yang hanya akan memperparah kerutan. Gunakan gerakan mengusap sebagai gantinya. Pastikan untuk mengoleskan krim ke area bawah mata, kelopak mata, dan sudut luar matamu, tempat kerutan sering muncul. Hindari kontak langsung dengan mata. (aru)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan