Kesehatan

BAB Berdarah Gejala Kanker Usus

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Juni 2024
BAB Berdarah Gejala Kanker Usus

Feses berdarah bisa jadi gejala kanker usus.(foto: pexels-anntarazevich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MEMPERHATIKAN kondisi feses merupakan kebiasaan yang bagus. Kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan pencernaanmu lewat warna feses. Apabila ditemukan darah di feses, itu bisa menjadi indikasi penyakit kronis. Feses berdarah disebut juga dengan hematochezia dan melena. Kondisi ini ditandai dengan feses berwarna merah terang.

Hematochezia sering disebabkan adanya perdarahan saluran cerna bagian bawah, termasuk perdarahan hebat saluran cerna bagian atas yang terjadi secara cepat. Gejala feses berdarah bisa menjadi tanda kanker usus.

Kondisi kanker usus sering terlambat dideteksi karena gejala awal yang muncul menyerupai gejala wasir (hemoroid). Wasir adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah di dalam atau di sekitar anus yang bisa menyebabkan darah merah terang pada tinja atau di kertas toilet.

Kanker usus yang lambat dideteksi menyebabkan penderita tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pada akhirnya, hal itu membuat penderita mengalami pengurangan kualitas hidup sampai risiko kematian.

Baca juga:

Begini Gejala Awal Kanker Usus Besar pada Kelompok Dewasa-Muda

Pada beberapa kasus, penderita kanker usus baru mengetahui kanker sudah memasuki stadium yang tingkatnya lebih tinggi sehingga kesempatan penyembuhan menjadi lebih sempit. Seperti dilansir Healthline, beberapa gejala umum yang mengidentifikasi seseorang menderita kanker usus meliputi kram atau nyeri perut, sembelit, feses berwarna gelap atau darah di feses, diare, kelebihan gas, kelelahan, perasaan buang air besar belum tuntas, penyempitan feses, pendarahan dubur, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan rasa lemah.

Selain memperhatikan gejala yang muncul, pemeriksaan awal kanker usus juga mempertimbangkan riwayat pasien, seperti adanya polip kolorektal, riwayat keluarga kanker kolorektal, pola makan yang tidak sehat, diabetes tipe 2, kolitis ulseratif, penyakit Crohn poliposis adenomatosa familial, keturunan kanker usus besar nonpoliposis, serta kurangnya aktivitas fisik.(ayu)

Baca juga:

Olahraga Teratur Bantu Pasien Melawan Kanker Usus Besar

#Kesehatan #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan