Awal Musim Hujan, BPBD Solo Petakan 30 Wilayah Rawan Bencana

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 10 Oktober 2022
Awal Musim Hujan, BPBD Solo Petakan 30 Wilayah Rawan Bencana

Warga melintas di jembatan Sungai Jenes yang masuk kawasan banjir di Kecamatan Laweyan Solo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Jawa Tengah telah mendata sebanyak 30 wilayah Solo masuk kawasan rawan bencana. Pemetaan tersebut dilakukan mengingat saat ini sedang memasuki awal musim hujan.

Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto, mengatakan rawan bencana itu meliputi banjir dan tanah longsor. Pendataan terbaru kawasan rawan bencana banjir dan tanah longsor Sedikitnya ada 30 titik kawasan rawan banjir yang tersebar di 5 kecamatan di Kota Solo.

Baca Juga:

Hujan Sedang dan Lebat Landa Berbagai Wilayah Sampai 15 Oktober

"Kita petakan ada ada 30 titik rawan bencana. Khususnya yang rawan banjir atau genangan sungai," ujar Nico, Senin (20/10).

Dikatakannya, daftar kawasan yang masuk rawan banjir meliputi Kecamatan Banjarsari, yakni Palang Joglo, Jalan Samratulangi, Ngipang, dan Sumber. Di Kecamatan Pasar Kliwon meliputi Kedunglumbu, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Semanggi di bantaran kali Jenes, Mojo, Sangkrah, dan Joyosuran.

Kemudian, Kecamatan Jebres meliputi Gandekan, Pucangsawit, Jagalan, Gulon, Kampung Sewu. Kecamatan Serengan meliputi Joyotakan, Tipes, Kemlayan, Danukusuman. Dan Kecamatan Laweyan di Pajang, Sondakan, Badran, Todipan, Purwosari, dan Jongke.

"Kita sudah sebar luaskan pada luran dan camat yang masuk kawasan rawan untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Ia menambahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) mengantisipasi adanya ancaman bencana beroperasi selama 24 jam sehari. Petugas yang tergabung dalam TRC ini akan merespon panggilan darurat dari masyarakat untuk penanganan bencana dan evakuasi bencana.

Baca Juga:

Waspadai Penyakit Mengintai di Musim Hujan

"Kami juga menyiapkan tim mitigasi bencana yang akan berpatroli secara berkala di sejumlah lokasi rawan banjir dan sejumlah sungai yang kerap meluap saat hujan lebat," katanya

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Jawa Tengah, Giyarto, menegaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi cuaca ekstrem disertai hujan lebat, angin kencang, dan sambaran petir masih akan terjadi hingga November mendatang. Situasi cuaca ekstrem ini terjadi karena dalam musim peralihan atau yang dikenal dengan istilah pancaroba.

"September-November beberapa wilayah di Jateng berkarakteristik pancaroba seperti Soloraya bagian timur dan pantura bagian tengah," katanya.

Dengan kondisi ini, kata dia, pihaknya memprediksi akan dilanda cuaca ekstrem berupa mendung dan disertai angin sampai hujan lebat di sejumlag wilayah termasuk Soloraya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Sal Priadi Buka Synchronize Fest 2022 dengan Jas Hujan Biru

#Banjir #Hujan #Musim Hujan #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem 24–27 Agustus 2026! Waspadai status Siaga hujan lebat di Sumbar, ancaman angin kencang, serta bahaya kekeringan kemarau
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
Tradisi
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Dua gamelan sekaten tersebut dibunyikan sebagai tanda dimulainya acara adat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Grebeg Mulud Keraton Surakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Tradisi Sejak Kerajaan Demak, Keraton Solo Bunyikan Gamelan Sekaten Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari
Indonesia
Prakiaran Cuaca Jakarta 20 Agustus 2026: Siang Cerah Malam Berawan, Aktivitas Luar Ruangan Aman dari Hujan
Kondisi atmosfer Jakarta menunjukkan variasi awan sejak waktu pagi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Agustus 2026
Prakiaran Cuaca Jakarta 20 Agustus 2026: Siang Cerah Malam Berawan, Aktivitas Luar Ruangan Aman dari Hujan
Indonesia
Berkas Lengkap, 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Solo Segera Hadapi Persidangan
Kejari Solo menuntaskan penyidikan kasus korupsi dana hibah KONI. Kerugian negara mencapai Rp 1 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Berkas Lengkap, 2 Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Solo Segera Hadapi Persidangan
Indonesia
Sempat Dibius, Begini Kondisi Didi Orang Utan yang Sempat Lepas dari Solo Safari
Didi bersikap kooperatif saat didekati keeper atau pawangnya sebelum dibius.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Sempat Dibius, Begini Kondisi Didi Orang Utan yang Sempat Lepas dari Solo Safari
Indonesia
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Pramono Anung menyebut hujan yang mengguyur Jakarta pada Rabu (19/8) merupakan hasil operasi modifikasi cuaca BPBD DKI. Memanfaatkan awan Cumulus Congestus.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang pada Selasa, 18 Agustus
Jakarta, Bandung hingga Surabaya diperkirakan berawan tebal oleh BMKG.
Frengky Aruan - Selasa, 18 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang pada Selasa, 18 Agustus
Indonesia
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
BNPB memperbarui data korban gempa NTT, Sabtu (15/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia, kemudian 13 lainnya luka-luka.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Indonesia
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Sebagai bagian dari proses penyidikan sekaligus memastikan barang bukti tersebut tidak kembali beredar di tengah masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Bagikan