Parenting

ASI Tepat untuk Bayi Sehat

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Agustus 2022
ASI Tepat untuk Bayi Sehat

Nutrisi dalam ASI sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. (foto: Unsplash/Dave Clubb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BADAN kesehatan dunia WHO merekomendasikan pemberian air susu ibu secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. WHO juga menganjurkan pemberian ASI hingga 2 tahun dengan dibarengi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Rekomendasi itu bukan tanpa alasan. ASI memiliki kandungan gizi yang tepat untuk bayi. ASI mengandung zat gizi makro maupun zat gizi mikro yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi. Zat gizi makro yang terdiri dari karbohidrat dan protein terkandung di dalam ASI. Semua zat itu bisa dengan sangat baik dan mudah dicerna usus bayi.

BACA JUGA:

Ayah pun Andil dalam Menyusui

"Seluruh protein yang terkandung dalam ASI diserap secara sempurna oleh usus bayi. Protein ini merupakan zat pembangun agar tumbuh kembang anak semakin lebih baik. Berbeda dengan susu formula (sufor), tidak semua proteinnya bisa diserap usus bayi," papar Subkoordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Dr Dewi Primasari. Lemak, omega 3, DHA, vitamin, mineral, dan zat antibodi juga terdapat dalam ASI. Dengan begitu, nutrisi ASI sangat lengkap untuk bayi.

ibu
Protein ASI diserap sempurna oleh usus bayi. (foto: Pexels/Kristina Paukhstite)

Mengenai susu formula, Dewi mengatakan, dalam salah satu pasal di Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung Nomor 95 Tahun 2021 tentang Pemberian ASI, disebutkan bahwa jika dalam kondisi kesehatan ibu yang menyebabkan tidak bisa memberikan ASI, bayi boleh diberikan susu pengganti berdasarkan rekomendasi dokter. "Kita tidak juga mengharamkan sufor, tapi tetap utama memang baiknya ASI ekslusif. Namun, kalau memang kondisinya tidak memungkinkan, kita bisa berikan susu pengganti," jelasnya.

Namun, lanjut Dewi, bukan berarti anak yang diberikan susu formula ini jadi tidak sehat atau jadi berpenyakit di masa depan. "Anak masih tetap bisa mengejar pertumbuhannya tentu dengan pemantauan yang lebih," katanya.

Memberikan ASI ekslusif memang membutuhkan manajemen laktasi yang baik. Apalagi jika sang ibu merupakan perempuan pekerja, stok ASI untuk buah hati perlu disiapkan.

BACA JUGA:

Busui, Ketahui Kecukupan ASI untuk Kebutuhan Bayi

ASI perah atau pumping bisa bertahan beberapa jam bahkan berbulan-bulan tergantung suhu penyimpanan. Dalam suhu ruang, ASI bisa bertahan selama 6 jam. "Kalau lebih dari 6 jam, bukan berarti ASI rusak, melainkan dikhawatirkan kandungan gizi dalam ASI berkurang. Selama belum berubah rasa dan warna, ASI masih bisa diberikan kepada bayi," jelas Dewi.

Untuk suhu kulkas bagian bawah nonfreezer, ASI perah bisa bertahan sampai 3 hari. Lalu, pada freezer kulkas satu pintu ASI bisa bertahan 2 minggu-1 bulan. Jika disimpan di kulkas freezer tersendiri atau dua pintu, ASI bisa bertahan 3-6 bulan, tergantung bagaimana kestabilan suhu kulkas.

“Mencairkan ASI juga harus pelan-pelan. Kalau dari freezer, turunkan dulu ke kulkas bawah. Kalau sudah mencair, dikeluarkan ke suhu ruangan sampai suhunya sama. Setelah itu baru bisa dihangatkan dengan direndam bersama wadahnya," jelasnya.

bayi
Susu formula hanya diberikan dalam kondisi tertentu. (foto: pexels-sarah-chai)

Lalu, bagaimana dengan stok ASI yang sudah kedaluwarsa? Beberapa akun media sosial sempat membahas tren memandikan bayi dengan ASI kedaluwarsa. Menurut Dewi, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan manfaat ASI yang dijadikan sebagai bahan mandi untuk bayi.

"Saya belum pernah baca jurnal mengenai ini. Namun, kalau memang mau digunakan untuk mandi bayi, harus dibilas dengan bersih. ASI itu manis, mengandung gula. Kalau tidak dibersihkan, khawatir malah jadi lengket di badan anak," katanya.(*)

BACA JUGA:

Masalah dengan Ibu Menyusui, Ketahui Sumbernya

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan