ASEAN Miliki Peluang Tinggi Adopsi Mobil Listrik
ASEAN miliki peluang tinggi adopsi Mobil Listrik (Foto: Unsplash/ralph hutter)
ASIA Tenggara menjadi salah satu kawasan yang banyak dilirik oleh pelaku industri, tak terkecuali oleh industri otomotif. ASEAN juga dianggap potensial untuk mengadopsi kendaraan bertenaga listrik dalam waktu dekat, di tengah menjamurnya merek otomotif yang menghadirkan kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Dilansir dari Antara, President of Asian Federation of Electric Vehicle Assosiation, Edmund Araga, memberikan pendapat akan potensi besar pasar di kawasan ASEAN untuk kendaraan listrik bukan tanpa alasan, namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya.
Baca Juga:
Pandemi COVID-19 Mengubah Layanan Perawatan Mobil Serba dari Rumah
"ASEAN is emerging market. Selain teknologi yang kian berkembang, populasi penduduk berusia 25-35 tahun juga tinggi, sehingga ada kapasitas untuk inisiasi perubahan, dan mereka punya kebutuhan mobilitas (tinggi)," kata Araga, dalam forum Nissan FUTURE secara daring.
"Generasi milenial ini juga selalu tertarik dengan teknologi. IoT (internet of things) juga mainkan peran besar ke konektivitas dan kenyamanan," ujar pria asal dari Filipina itu.
Regional Vice President Nissan ASEAN, Isao Sekiguchi yang sependapat dengan Araga mengatakan, ASEAN adalah wilayah yang dinamis, serta menjadi rumah dari kelas menengah yang tumbuh dengan cepat, serta memiliki penduduk dengan usia produktif yang rata-rata di bawah 34 tahun.
Banyak juga warga di kawasan ASEAN yang baru pertamakali memiliki kendaraan. Mereka memiliki kendaraan pribadi karena cenderung mengedepankan kenyamanan (faktor emosional) dan memenuhi mobilitas tinggi, terutama pada kota-kota besar seperti Bangkok dan Jakarta.
Baca Juga:
"Peluang kendaraan listrik di ASEAN besar sekali. Pertumbuhan populasi dan demand membuat momentumnya besar. Sekarang banyak orang yang punya kedekatan emosional dengan kendaraan, dan kendaraan listrik bukan cuma lebih ramah lingkungan, tapi juga fun to drive," kata Sekiguchi.
Mengutip dari studi The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia yang dilakukan Frost & Sullivan, mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN mulai menunjukkan antusiasme ke kendaraan listrik menyusul isu kerusakan lingkungan.
Namun, Sekiguchi juga beranggapan bahwa antusiasme dari masyarakat ASEAN ini perlu diimbangi dengan adanya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kendaraan listrik di kawasan ASEAN.
"Saya rasa, kombinasi dari pabrikan dan kemitraan antara pemerintah dan swasta bersama menggarap dan tuntaskan masalah ini (dan hadirkan kendaraan listrik), seperti misalnya insentif, dan lainnya," kata Sekiguchi. (kna)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Ramping dengan Kamera Baru
OPPO Find N6 Kantongi Sejumlah Sertifikasi, Peluncuran Global Makin Dekat
POCO X8 Pro Iron Man Edition Muncul di NBTC Thailand, Peluncuran Semakin Dekat
Samsung Galaxy S26 Disebut tak Lagi Punya Memori 128GB, Bocoran Retailer Ungkap Detailnya
OPPO Reno15 Series Resmi Meluncur, Hadirkan Pengalaman Kreatif Reno Land di M Bloc
Bocoran OPPO Find X10, Digadang-gadang Bakal Bawa Kamera Telefoto Periskop 200MP
Tampilan OPPO Find X9 Ultra Terungkap, Andalkan Kamera Super 200MP
Kamera OPPO Reno 15 Pro Max Jadi Andalan, Pakai Sensor 200 MP dan Ultra-wide 50 MP
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno