Merahputih.com - Arsenal langsung mengalihkan fokus ke bursa transfer dan dua kompetisi tersisa, Premier League dan Liga Champions setelah tersingkir dari ajang Piala FA di tangan Southampton.
Kegagalan tersebut memicu evaluasi mendalam di internal klub, terutama terkait konsistensi performa tim dalam perburuan dua gelar tersisa.
Di tengah situasi krusial ini, muncul laporan mengenai ketertarikan tim asal London Utara tersebut terhadap bintang Barcelona yang juga menjadi favorit Pep Guardiola, Dani Olmo.
Baca juga:
Barcelona Siap Tumbalkan Dani Olmo Demi Datangkan Alessandro Bastoni ke Camp Nou
Persaingan Transfer Dani Olmo dan Ambisi Juara
Laporan dari Sport menyebutkan bahwa Arsenal terus memantau situasi Dani Olmo di Barcelona. Pemain timnas Spanyol tersebut sebelumnya sempat menolak tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al-Qadsiah FC, yang menyodorkan mahar sebesar 60 juta Euro.
Meskipun Olmo memilih bertahan di Camp Nou, keterbatasan menit bermain membuka celah bagi Arsenal untuk mencoba menggoda sang gelandang kreatif pada bursa transfer mendatang.
Langkah ini menjadi sangat penting mengingat Arsenal kini hanya menyisakan dua jalur trofi. Walaupun saat ini memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City, kekhawatiran pendukung mulai mencuat terkait kedalaman skuad dalam menghadapi jadwal padat Liga Champions kontra Sporting CP.
Keputusan Final FA Terkait Insiden Martinelli
Selain urusan transfer, sorotan tajam juga tertuju pada insiden Gabriel Martinelli yang mendorong wasit Sam Barrott dalam laga melawan Southampton.
Meski aksi tersebut memicu perdebatan publik, Martinelli dipastikan terhindar dari sanksi tambahan setelah hanya menerima kartu kuning di lapangan.
Baca juga:
Otoritas sepak bola Inggris tampaknya enggan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan yang telah diambil oleh wasit saat laga berlangsung.
Mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, memberikan pandangannya mengenai prosedur penanganan insiden tersebut oleh panel disiplin.
"FA dan FIFA cenderung enggan mengkaji ulang keputusan wasit di lapangan. Meski Sam Barrott tidak sepenuhnya menerapkan aturan secara tegas dalam insiden dorongan tersebut, tidak ada indikasi panel disiplin akan melakukan intervensi lebih lanjut," ujar Hackett.