Antara Prabowo, Nasi Goreng dan Kekuatan Intelijen SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) sebelum mengadakan pertemuan tertutup di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat
MerahPutih.com - Banyak hal yang menarik untuk diikuti dalam pertemuan antara Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Ciekas, Kamis (27/7). Salah satunya soal suguhan makanan yang menemani pertemuan dua tokoh itu.
Seusai pertemuan, Prabowo pun sempat menyetuk soal nasi goreng Ngawi suguhan Keluarga Cikeas.
"Tadi makan nasi goreng yang luar biasa enaknya,” kata mantan Danjen Kopassus itu saat konferensi pers seusai melakukan pertemuan dengan SBY di Puri Cikeas, Kamis (27/7) malam.
“Saya harus mengakui nasi goreng ini menyaingi nasi goreng Hambalang," imbuhnya lantas tertawa.
Prabowo berkelakar, bahwa intelijen SBY masih kuat, karena mengetahui dirinya lemah jika sudah disuguhi nasi goreng. “(Tim) intelijen Pak SBY masih kuat. Beliau tahu kelemahan Prabowo adalah nasi goreng. Asalkan diberikan nasi goreng, Pak Prabowo setuju," seloroh Prabowo. Sontak jajaran petinggi Partai Demokrat dan Gerindra yang ada di lokasi tertawa.
Terkait pertemuannya dengan SBY, Prabowo mengaku sudah meminta waktu sejak lama untuk dapat bertemu Presiden RI keenam itu. Hingga akhirnya dirinya diundang bertandang ke Cikeas. "Saya berterima kasih ke Pak SBY," ujar Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut Prabowo bersama SBY mengaku membahas UU Pemilu yang belum lama ini disahkan melalui rapat paripurna DPR RI.
Prabowo menekankan Gerindra tidak bertanggung jawab atas undang-undang tersebut karena tidak setuju dengan adanya ambang batas pencalonan Presiden 20-25 persen yang dinilainya sebagai lelucon politik.
Sedangkan SBY mengatakan Demokrat juga tidak menyetujui dikukuhkannya UU Pemilu tersebut. Menurut SBY, pengesahan UU Pemilu itu pula yang menyebabkan muncul permintaan dari kader partainya agar diselenggarakan pertemuan dirinya dengan Prabowo.
SBY kemudian menekankan Partai Demokrat dan Gerindra akan terus mengawal perjalanan bangsa ini dengan tetap bertumpu pada nilai-nilai demokrasi dan tidak akan pernah merusak negara.
"Saya perlu sampaikan, sudah hampir enam bulan saya puasa bicara di depan pers, meskipun saya tetap mengikuti apa yang terjadi di negara ini. Dan malam ini saya kembali bertemu teman-teman pers. Saya harus katakan 'power must not go uncheck', artinya kita, kami, harus memastikan bahwa penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan tidak melampaui batas," kata SBY.
Pertemuan kedua ketua umum partai itu hanya berlangsung kurang dari satu jam. Selepas melakukan konferensi pers bersama, keduanya saling memberikan hormat satu sama lain. (*)
Sumber: Antara
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Ponakan Prabowo Kasih Bukti Keluar Gerindra Saat Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum