MerahPutih.com - Ketua MPR Zulkifli Hasan punya pandangan sendiri tentang maraknya aksi radikalisme yang terjadi belakangan terakhir. Dia menilai salah satu faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya gerakan radikalisme adalah kemiskinan.
"Orang miskin itu biasanya akses terhadap pendidikan dan kesehatan rendah. Mereka tidak punya tabungan dan tidak punya investasi. Mereka jadi tidak berdaya," ujarnya di Universitas Negeri Surabaya Unesa, Jumat (28/7).
Nah, ketidakberdayaan karena keterbatasan itulah yang kerap membuat kualitas seseorang jadi rendah. Kata dia, itu juga bisa menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang ada di lingkungan orang tersebut. "Saat mau sekolah tidak bisa, uang juga tidak punya, orang jadi tidak punya harapan. Ketika itu kemiskinan bisa jadi gerakan radikal," terang Zulkifli.
Lebih lanjut, mantan Menteri Kehutanan (Menhut) itu menjelaskan, sebenarnya berdasarkan UUD 45, negara memiliki kewajiban untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. "Jadi, negara punya tanggung jawab untuk menjaga rakyatnya, kalau ada orang meninggal kelaparan, negara bisa dikatakan melanggar konstitusi," kata dia.
Meski demikian, tentu saja masyarakat tidak diimbau untuk berdiam diri dan hanya menunggu bantuan dari negara, ujar Zulkifli.
Negara, jelas Politikus (PAN) itu, juga memiliki tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga akses terhadap pendidikan banyak dimudahkan bagi masyarakat.
Terkait dengan akses pendidikan ini, Ketua MPR mengimbau para generasi muda untuk benar-benar memanfaatkan fasilitas tersebut, agar dapat meningkatkan kualitas diri dan bersaing dengan masyarakat global. "Jangan sampai kita kalah dengan pekerja dari Tiongkok, atau dari negara lainnya. Kita tidak boleh jadi 'kuli' di negeri sendiri," tegasnya pula. (*)
Sumber: Antara