Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari belum ditangkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap sepupunya, Novel Baswedan.
Anies berharap proses pemulihan mata Novel bisa segera tuntas. Sehingga nantinya, ia bisa kembali menjadi penyidik KPK.
"Kita keluarga mendoakan mudah-mudahan recoverynya cepat dan bisa beraktivitas seperti semula," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini pun berharap sepupunya itu dapat kembali pulih. Sebab, ia sudah menjalani rangkaian operasi yang cukup panjang dan kejadian ini terbilang cukup unik.
"Proses operasi sudah dilakukan memang panjang karena ini kejadian yang agak unik," kata Anies.
Anies enggan berkomentar mengenai wacana pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan. Sebab ia hanya mengharapkan sesepupunya itu kembali sehat seperti sedia kala.
"Saya sebagai keluarga komentar tentang recovery kesehatannya saja. Yang itu (TGPF) saya enggak (komentar)," tutupnya
Sebelumnya diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 usai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Namun hingga setahun sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.
Serangan itu menyebabkan mata sebelah kiri Novel harus dioperasi, Dia pun harus menjalani perawatan di Singapura. Novel kembali ke Jakarta untuk pertama kali usai serangan itu, Februari lalu.
Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan. Operasi kedua sendiri baru dilaksanakan pada Jumat, 23 Maret 2018.
Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti.
Polda Metro Jaya sudah merilis tiga sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (Asp)