Anies Ambilalih Pengolahan Air dari Swasta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 11 Februari 2019
Anies Ambilalih Pengolahan Air dari Swasta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers swastanisasi air di Balaikota (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menghentikan swastanisasi air dengan mengambil alih pengelolaan yang sebelumnya ditangani oleh swasta.

"Ke depan, arah kita adalah pengambilalihan pengelolaan air dari pihak swasta kepada Pemprov DKI Jakarta. Kita menginstruksikan Dirut PDAM dan Tim Tata Kelola untuk mengawal proses ini. Semoga, ini bisa tuntas dalam waktu yang singkat," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Menurut Anies, pengambilalihan ini bukan semata-mata diputuskan begitu saja. Sebab, sejarah panjang pengelolaan air ini dimulai sejak perjanjian yang dibuat pada tahun 1997 yang mendelegasikan kewenangan pengelolaan itu diberikan kepada swasta.

Karena setelah perjanjian kerja sama dengan swasta berjalan selama 20 tahun, pelayanan air bersih tidak berkembang sesuai harapan.

Diantaranya, cakupan pelayanan tidak tercapai dari target 82 persen yang dijanjikan, dan tingkat kebocoran air mencapai 44.3 persen. Menjadikan Jakarta salah satu kebocoran air tertinggi dari kota-kota metropolitan di dunia.

"Sementara pihak swasta diberikan jaminan keuntungan yang akan terus bertambah jumlahnya setiap tahun. Ketidakadilan perjanjian ini merupakan perhatian kami untuk mengambil alih dari swasta dikembalikan kepada pemerintah," jelas Anies.

Ilustrasi air (Beritajakarta.id)

Maka, sejak enam bulan lalu, Anies membentuk Tim Tata Kelola untuk mengawal proses ini sesuai dengan Keputusan MK tahun 2013 dan PP 122 tahun 2015 tentang sistem penyediaan air minum antara PDAM Jaya dengan pihak swasta.

Selama enam bulan, tim ini berhasil mengidentifikasi berbagai persoalan yang selama ini memang terjadi, kenapa sampai serumit ini, dan menyampaikan rekomendasi apa yang baik dilakukan oleh Pemprov ke depannya, yaitu dengan mengambil alih pengelolaan.

Sebelum memutuskan untuk mengambil alih, Anggota Tim Evaluasi Tata Kelola Air Nila Ardanie mengatakan ada tiga pilihan rekomendasi dari hasil kajian Tim Tata Kelola Air. Pertama, membiarkan kontrak selesai sampai dengan waktu beakhirya yaitu pada 2023. Kedua, pemutusan kontrak kerjasama saat ini juga. Ketiga, pengambilalihan pengelolaan melalui tindakan perdata.

"Kalau kita biarkan saja sampai kontrak selesai, konsekuensinya layanan tidak akan meningkat banyak. Kecil kemungkinan swasta itu mau berinvestasi dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang mau habis begini," jelas

Kemudian, jika memilih pemutusan kontrak secara sepihak, kata Nila, bukan pilihan yang baik. Ia bilang, Pemprov juga harus memperhatikan iklim bisnis di Jakarta dan juga di Indonesia.

"Opsi ini mengakibatkan biaya terminasi yang besar sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kerja sama, yaitu Rp 1 Triliun lebih," pungkas Nila. (Asp)

#Anies Baswedan #Air Putih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Beredar konten yang berisi Anies menyebut orang-orang di sekeliling Prabowo munafik dan gila jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Indonesia
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Anies Baswedan Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 untuk Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Oktober 2025
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Bagikan