Angin Kencang Datang lagi, Pemadam Ada di Titik Kritis Padamkan Kebakaran Los Angeles

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 13 Januari 2025
  Angin Kencang Datang lagi, Pemadam Ada di Titik Kritis Padamkan Kebakaran Los Angeles

Sejumlah warga saat mengamati api yang melahap hutan dan lahan di Los Angeles California Amerika Serikat, Kamis (9/1/2025). ANTARA/Anadolu/as/am

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PARA petugas pemadam kebakaran kini berada dalam tahap kritis perjuangan hampir seminggu melawan kebakaran hutan di Los Angeles County. Kebakaran besar ini telah menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan puluhan lainnya masih hilang. Namun, perjuangan masih jauh dari selesai. Angin kencang diperkirakan datang lagi, membuat upaya petugas berpacu dengan waktu, berjibaku memadamkan api.

Kebakaran Eaton yang melanda Altadena mengakibatkan lebih dari selusin korban jiwa, beberapa di antaranya merupakan tetangga yang tinggal di jalan yang sama. Meski petugas pemadam kebakaran melaporkan kemajuan dalam penanggulangan kebakaran, para pejabat memperingatkan bahwa ancaman kebakaran masih sangat tinggi mengingat angin berbahaya yang kembali menerjang hari ini.

Seperti dilaporkan CNN, angin diperkirakan akan semakin kencang. Fenomena angin Santa Ana yang berlanjut dan menjadi badai kini melanda California Selatan. Peringatan bendera merah diberlakukan hingga Rabu, termasuk untuk Kebakaran Palisades, Hurst, dan Eaton.

Meski demikian, ada tanda-tanda harapan. Beberapa kebakaran kecil telah dipadamkan sepenuhnya. Jumlah orang yang terpaksa mengungsi berkurang drastis. Hampir semua sekolah di Los Angeles Unified School District (LAUSD) kembali dibuka Senin (13/1), kecuali sembilan sekolah.

Baca juga:

Yoon Suk Yeol Ingin Bantu Korban Kebakaran Los Angeles Walau Dimakzulkan, Minta Pemerintah Korsel Segera Kirim Bantuan


Kebakaran Eaton dan Palisades diperkirakan menjadi dua dari empat kebakaran paling destruktif dalam sejarah California. Demikian diungkap Cal Fire. "Kami memperkirakan lebih dari 5.000 rumah telah hancur hanya di Palisades," kata Ken Haskett dari Departemen Pemadam Kebakaran LA County.

“Musibah merupakan sesuatu yang belum pernah saya saksikan sejak saya lahir. Bahan bakar kebakaran ini belum terbakar sejak tahun 50-an,” imbuh Haskett.

Area yang terbakar dalam bencana ini bahkan lebih luas daripada Paris, dengan kebakaran Palisades saja hampir sebesar ibu kota Prancis tersebut.

Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles (LAFD) berusaha menenangkan warga dengan memastikan kesiapan mereka menghadapi tantangan yang ada. "Kami siap. Wali Kota (Karen) Bass, Kepala (Jim) McDonnell, saya, dan para pemimpin kota kami, semua sepenuhnya berkomitmen untuk memastikan kami siap menghadapi kejadian berikutnya," ujar Kepala LAFD, Kristin M Crowley, yang saat ini mendapat kritik karena memprioritaskan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam departemen.

Saat ini, sekitar 105.000 penduduk masih berada di bawah perintah evakuasi wajib. Jika kondisi cuaca dan kebakaran memungkinkan, menurut Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles County, pihak berwenang berencana untuk memulai pemulihan dan membawa kembali warga yang terdampak ke komunitas mereka mulai Kamis (16/1).

Sementara itu, para ilmuwan mencoba merumuskan apa yang menjadi penyebab kebakaran hebat di Los Angeles ini. Menurut mereka, kebakaran hutan dipicu berbagai faktor. Meski demikian, mereka menyebut pemanasan global memperburuk situasi dan mengarah pada kebakaran yang lebih parah. California, dengan kondisi geografinya, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.(dwi)

Baca juga:

Berpacu dengan Waktu, Pemadam Kebakaran Berusaha Kendalikan Api sebelum Angin Kencang Datang Lagi


?

#Kebakaran #Los Angeles #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Masih banyak bangunan di Jakarta yang belum sepenuhnya memperhatikan standar keselamatan bencana kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Indonesia
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
"Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Bagikan